Solopos Hari Ini: Reshufle demi Kabinet Baru

Harian Umum Solopos edisi Senin (22/7 - 2019).
22 Juli 2019 08:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu mengocok ulang kabinet terutama menteri bidang perekonomian jauh-jauh hari sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden pada Oktober 2019. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan kalau menteri bidang ekonomi dirombak, Presiden Jokowi bisa melakukan evaluasi sebelum pelantikan apakah orang yang baru dipilih itu memiliki kinerja baik atau tidak.

"Karena kalau itu dilakukan hari ini, dilakukan pekan-pekan ini, maka menteri yang tadi itu kalau kinerja enggak perform, siapa pun entah milenial atau bukan milenial ketika tidak perform, Pak Jokowi bisa melakukan evaluasi dalam beberapa bulan sebelum Oktober," ujar Bhima di Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019).

Ulasan mengenai reshufle kabinet Presiden Joko Widodo itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (22/7/2019). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar kemenangan pasangan Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo yang berhasil menjuarai ajang bulu tangkis Indonesia Open 2019.

Raja Istora Senayan

Energi Istora Senayan sekali lagi membawa Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berjaya. Pasangan berjuluk The Minions itu menundukkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dua game langsung, 21-19, 21-16, dalam all Indonesian final di Indonesia Open 2019, Minggu (21/7/2019) malam.

Kemenangan tersebut membuat Kevin/Marcus mempertahankan gelar turnamen yang mereka raih musim lalu. Kevin/Marcus memang berjodoh dengan Istora Senayan. Gelar Indonesia Open musim ini merupakan gelar kelima yang mereka raih di venue yang terkenal dengan kebisingan suporternya itu.

Baca secara lengkap di E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar mengenai Komunitas Rakyat Sukoharjo Independen (Kursi) yang mendukung Nurjayanto-Wawan Pribadi untuk maju sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Sukoharjo. Ada pula kabar terbaru dari kasus investasi bodong PT Krishna Alam Sejahtera Klaten.

Kursi Dukung Nurjayanto

Komunitas Rakyat Sukoharjo Independen (Kursi) mendeklarasikan dukungan untuk kandidat bupati dan wakil bupati Nurjayanto-Wawan Pribadi. Kursi akan mendukung pasangan Nurjayanto-Wawan Pribadi dalam pemilihan bupati Sukoharjo pada 2020. Nurjayanto dan Wawan Pribadi merupakan anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kursi adalah komunitas lintas golongan. Orang-orang yang bergabung di dalamnya berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan seperti kontraktor, pengusaha, hingga pedagang pasar. Mereka ingin proses pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sukoharjo berjalan sesuai aspirasi dan keinginan masyarakat bawah atau kalangan akar rumput masyarakat Kabupaten Sukoharjo.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Pengembalian Uang Hanya Mungkin Lewat Gugatan Perdata

Aparat Polres Klaten menyarankan mitra kerja atau investor PT Krishna Alam Sejahtera mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Klaten untuk menuntut pengembalian uang yang mereka tanamkan di bidang pengolahan herbal itu. Para mitra menuntut agar uang mereka kembali dan Direktur PT Krishna Alam Sejahtera, Al Farizi, dihukum seberat-beratnya.

Al Farizi menipu para investor atau mitra dengan kedok investasi pengeringan jamu. Kerugian yang dialami sekitar 1.800 mitra bervariasi antara Rp8 juta hingga ratusan juta rupiah. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, mengatakan polisi fokus pada dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan Al Farizi kepada para mitra.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.