Umbul Susuhan Klaten Bakal Miliki Wisata Kuliner Malam

Kolam renang di objek wisata Umbul Susuhan, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jumat (19/7 - 2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
22 Juli 2019 17:05 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Umbul Susuhan selama ini menjadi potensi unggulan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Untuk menjaga eksistensi kawasan wisata air itu, pemerintah desa setempat terus melakukan pengembangan.

Kepala Desa (Kades) Manjungan, Dunung Nugraha, mengatakan ada penambahan wahana di objek wisata air yang berlokasi di tepi jalan raya Klaten-Jatinom itu. Penambahan itu seperti menawarkan wisata kuliner malam di Umbul Susuhan.

“Ada angkringan dengan konsep restoran dilengkapi tata lampu yang menarik sehingga enak untuk nongkrong. Bisa juga dilengkapi dengan pemandian air panas atau lainnya,” jelas Dunung saat ditemui solopos.com di Manjungan, Jumat (19/7/2019).

Selain konsep wisata malam, Dunung berencana mengembangkan kawasan lainnya menjadi objek wisata baru. Dia menjelaskan ada tanah kas desa seluas 8 hektare (ha) berlokasi strategis yakni berada di tepi jalan raya.

Lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengembangan waterboom, wisata alam, serta rest area. “Kami memiliki potensi lahan berlokasi strategis yang tidak semua desa memiliki. Apalagi didukung sumber mata air,” urai dia.

Dunung mengatakan konsep-konsep tersebut masih disiapkan selain mencari potensi lainnya yang bisa dikembangkan. Ditargetkan, pada 2020 sudah ada grand design pengembangan potensi-potensi di Manjungan.

Soal pembiayaan, Dunung mengatakan bisa memanfaatkan gelontoran dana desa serta pendapatan Badan Usaha Milik Desa (BUM desa). Dana juga bisa bersumber dari investasi warga serta tak menutup kemungkinan warga dari desa lainnya yang berdekatan dengan Manjungan ikut berinvestasi.

Direktur BUM Desa Mahanani Manjungan, Agus Tri Joko, mengatakan Umbul Susuhan memiliki sejumlah kolam renang dari mulai pengunjung anak-anak hingga dewasa. Kawasan wisata air yang mulai beroperasi sejak 2017 lalu memiliki kolam renang khusus bagi kaum perempuan.

Soal pendapatan, Joko mengatakan rata-rata pendapatan BUM Desa Mahanani mengelola Umbul Susuhan Rp70 juta-Rp80 juta/bulan. Pada 2018, total pendapatan dari pengelolaan Umbul Susuhan mencapai Rp1,4 miliar. Pendapatan itu diperoleh dari tiket masuk pengunjung senilai Rp8.000/orang.

“Untuk saat ini kami mulai menawarkan foto bawah air memanfaatkan umbul alami yang ada di Susuhan,” kata dia.