Peduli Pendidikan Warga Kurang Mampu, Yayasan Harmoni Dirikan PAUD Harmoni

Pembina Yayasan Harmoni, Sri Lestari, memberikan sosialisasi kepada tamu undangan terkait PAUD Harmoni di Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Sabtu (20/7/2019). - Sri Sumi Handayani
22 Juli 2019 14:40 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Yayasan Harmoni mendirikan PAUD Harmoni di Dusun Karangkidul RT 007/RW 002, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat sebagai bagian dari pengabdian masyarakat di bidang pendidikan.

Sebelumnya, Yayasan Harmoni dikenal sebagai yayasan yang peduli lingkungan seperti, pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga, pemanfaatan pekarangan rumah, taman di kampung, dan lain-lain. Kali ini, mereka menyentuh pendidikan informal dengan mendirikan pendidikan anak usia dini (PAUD) Harmoni.

Sasaran mereka adalah anak-anak di Dusun Karangkidul berusia dua tahun hingga tiga tahun. Kriteria lainnya adalah anak dari keluarga kurang mampu, pekerjaan orang tua tidak tetap, orang tua belum memiliki rumah sendiri atau tinggal dengan keluarga lain, anak yatim piatu, anak yang terabaikan, anak yang diasuh nenek atau orang lain yang kurang memperhatikan, dan lain-lain.

Pembina Yayasan Harmoni, Sri Lestari, menyampaikan pendirian PAUD Harmoni adalah bagian dari kegiatan Yayasan Harmoni di bidang sosial. Selain kegiatan di bidang lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, Yayasan Harmoni juga memperhatikan pendidikan. "Di sini banyak anak balita [bawah lima tahun]. Orang tua mereka bekerja di sektor industri sebagai karyawan. Anak-anak dititipkan kepada keluarga lain atau kerabat. Momong itu kan bukan yang penting anak diam tetapi ada unsur mengasah potensi diri anak. Usia itu golden age bagi anak," kata Lestari saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (20/7/2019).

Yayasan Harmoni mengundang pejabat Pemerintah Desa Pulosari dan warga Dusun Karangkidul pada Sosialisasi PAUD Harmoni. PAUD Harmoni mengusung tema Bersama Membentuk Generasi yang Cekatan (cerdas, kreatif, tangguh, dan cinta lingkungan). Lestari optimistis bisa membentuk generasi cinta lingkungan dimulai sejak dini. "Ini murni mengabdi kepada masyarakat. Tidak ada unsur bisnis. Maka dari itu, kami berharap sekolah lain tidak terganggung dengan keberadaan kami. PAUD ini tidak untuk mencari untung. Sasaran kami menengah ke bawah yang jarang berpikir memasukkan anak usia dua hingga tiga tahun belajar di sekolah informal. Kami membatasi 20 anak pada tahun ajaran pertama," ungkap dia.

Pendaftaran PAUD Harmoni dibuka pada 20 Juli hingga 23 Juli. Peresmian PAUD Harmoni pada 26 Juli. Kegiatan Belajar Mengajar pada 29 Juli. PAUD Harmoni akan dikelola tiga orang guru dari lingkungan sekitar. Menurut Lestari, tiga guru itu lolos seleksi kapasitas mengasuh dan mendidik anak-anak. "Kami mengusung konsep umum tetapi memasukkan materi keagaman dan cinta lingkungan. Misalnya, bertanam, memisahkan sampah. Rencana operasional pada Senin, Rabu , dan Jumat pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB," ujar dia.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Harmoni, Muji Lestari. Dia berharap keberadaan PAUD Harmoni dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar. Kepala Dusun (Kadus) Karangkidul, Loso Wibowo, mengapresiasi langkah Yayasan Harmoni mendirikan PAUD Harmoni. Dia berharap warga sekitar mendukung keberadaan PAUD Harmoni.

"Mohon doa restu kepada warga Dusun Karangkidul. Sekolah dari lingkungan lain jangan berpikir enggak dapat murid. PAUD ini sifatnya membantu sesuai kriteria yang ditentukan. Mudah-mudahan betul-betul membentuk generasi yang Cekatan tadi," ungkap dia saat memberikan sambutan.