40 Semi Finalis Putra-Putri Solo Ikuti Tes Wawancara

Puluhan semi finalis Ajang Pemilihan Putra Putri Solo 2019 mengikuti tes wawancara di Balai Tawang Praja, Kompleks Balai Kota Solo, Senin (22/7) - 2019. (Mariyana Ricky P.D/Solopos)
23 Juli 2019 03:19 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Ajang Pemilihan Putra Putri Solo 2019 telah memasuki tahapan wawancara dan unjuk bakat. Sebanyak 20 pasang semi finalis menghadiri tahapan itu di Balai Tawang Praja, Kompleks Balai Kota Solo, Senin (22/7/2019).

Ketua Panitia Pemilihan Putra Putri Solo, Febri Hapsari Dipokusumo, mengatakan 40 semi finalis itu dihadapkan pada lima pewawancara yang menggali sejumlah isu. Meliputi, kepribadian, pengetahuan umum, bahasa Inggris, budaya dan bahasa Jawa, serta pariwisata.

“Saya bertugas menguji kepribadian dan mental, pewawancara bahasa Inggris dari IELC Solo, pengetahuan umum oleh Pemimpin Redaksi Harian Solopos, Suwarmin, kemudian pewawancara budaya dan bahasa Jawa oleh akademisi UNS [Universitas Sebelas Maret Solo], Tunjung W. Sutirto, dan pengetahuan pariwisata oleh Gembong Hadi Wibowo dari Dinas Pariwisata [Dispar] Kota Solo,” kata Febri, saat dijumpai Solopos.com, di sela tahapan wawancara, Senin.

Febri menyampaikan puluhan semi finalis itu tidak hanya berhadapan dengan lima pewawancara, tapi juga harus menampilkan bakat dan minat di hadapan tim yang beranggotakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Solo, Bambang Gage dan mantan Putra Putri Solo. Hal tersebut bertujuan menumbangkan kesan bahwa ajang ini hanya mencari sosok pendamping pengguntingan pita peresmian yang minim bakat.

“Jadi saat diajak berkeliling mempromosikan wisata Solo, mereka punya talenta yang dipamerkan. Peserta tahapan wawancara adalah saringan dari 83 pendaftar. Mereka sudah melalui tahapan pertama yakni administrasi dan berbicara di hadapan publik. Setelah tes ini akan kami saring lagi menjadi 10 pasang untuk mendapat pembekalan pengetahuan lalu tampil di malam final pada Sabtu [3/8] nanti,” jelasnya.

Pewawancara pengetahuan umum, Suwarmin, menyebut seluruh semi finalis memiliki latar belakang berbeda, namun sama-sama punya mimpi menjadi ikon Solo dan berbuat sesuatu.

“Mereka punya harapan untuk ikut serta memajukan pariwisata Solo. Pengetahuan mereka juga menarik. Ada yang sadar Solo berada di salah satu pusat lalu lintas di Indonesia sehingga aksesnya harus dimanfaatkan untuk pariwisata, ada pula yang concern [peduli] pada hewan-hewan yang terancam punah,” kata dia, dijumpai terpisah.