Ada Bayi Meninggal Tertimpa Pohon, DLH Solo Lakukan Ini

Pengendara roda dua dan roda empat melintas di dekat proyek pembangunan drainase dan penataan city walk di perempatan Pasar Pon, Jl. Gatot Subroto, Solo, Rabu (3/7/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
23 Juli 2019 12:40 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengawasi deretan pohon terdampak pembongkaran jalur hijau di Jl. Slamet Riyadi Solo sebelah utara. Perakaran ratusan pohon itu dikhawatirkan melemah akibat tanah di sekelilingnya dikeruk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Sri Wardhani Purbawidjaja, mengatakan pihaknya telah mendata pohon rawan tumbang untuk dipangkas berdasarkan prioritas.

“Kami sudah melakukan pendataan pohon rawan tumbang, tapi enggak bisa dalam sehari itu langsung semua dipangkas. Alat dan tenaganya terbatas, harus mengantre," ungkap dia saat dihubungi solopos.com, Senin (22/7/2019).

Dia menambahkan data pohon rawan tumbang itu didapat dari petugas penanggung jawab jalur hijau dan turus jalan.

"Mana yang benar-benar rapuh kami prioritaskan untuk ditebang. Ya ndilalah, apes sekali, ada kejadian anak kecil tertimpa sampai meninggal. Saya turut berduka cita,” kata dia.

Diberitakan, anak bayi 1,5 tahun Kaifan Azzam Nur Rido, yang tertimpa pohon palem di City Walk, Purwosari, Solo, Minggu (21/7/2019), akhirnya meninggal dunia Senin (22/7/2019) pukul 11.20 WIB di RS Kasih Ibu Solo.

Lebih lanjut, Dhani, sapaan akrab Sri Wardhani Purbawidjaja, mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memangkas ranting dan batang pohon di bekas jalur hijau Jl. Slamet Riyadi sebelah utara.

Hal itu dilakukan agar perakaran tidak melemah karena terlalu berat menanggung beban ranting dan batang.

“Ranting dan batang harus dikurangi agar beban pohon tidak terlalu berat, karena perakaran naik setelah tanah sekelilingnya dikeruk. Kami juga melakukan penjarangan. Sambil lihat posisi pohonnya apakah perlu diganti pohon baru atau tidak. Tapi enggak sembarangan tebang, ada pertimbangan. Misalnya dalam tiga meter ada lima pohon berdekatan, ya itu akan dijarangkan,” ucap Dhani.

Sekretaris DPUPR Solo, Arif Nurhadi, mengatakan pohon yang dinilai berakar lemah atau berpotensi tumbang akan ditebang. Namun, pihaknya berjanji akan menggantinya dengan pohon baru.

“Ya, nanti kelihatan pohon yang kuat dan tidak, akan ada penjarangan. Tapi tidak semuanya dihabiskan. Itu yang tahu DLH. Kalau pohonnya langka, bisa dipindah ke tempat lain,” kata dia.