Sempat Batal, Kuwiran Boyolali Akhirnya Gelar Pilkades 8 Agustus 

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
23 Juli 2019 04:30 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Boyolali, akhirnya akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) pada 8 Agustus mendatang. 

Sebelumnya, desa ini batal menyelenggaraan pilkades serentak bersama 288 desa lainnya pada 29 Juni lalu. Pembatalan itu dikarenakan dua dari tiga calon kades (cakades) yang sudah ditetapkan mundur di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan.

Dengan hanya satu orang cakades yang tersisa, yakni Heri Sarwo Edhi, sementara waktu terlalu mepet, maka sesuai aturan Pilkades Kuwiran harus dibatalkan. 

Panitia pilkades Kuwiran kemudian membuka lagi pendaftaran cakades selama 20 hari sejak 29 Juni dan berakhir pada Kamis (18/7/2019). Hasilnya, ada tujuh orang mendaftar sebagai bakal calon (bacalon) yang tidak hanya berasal dari Kuwiran, tetapi juga desa lainnya. 

Sesuai Perbup Boyolali Nomor 9/2019 tentang Tata Cara Pemilihan Kepala Desa, kompetisi boleh diikuti peserta dari luar daerah. Dalam aturan tersebut juga diatur Pilkades hanya boleh diikuti maksimal lima calon. 

Panitia setempat akan menyeleksi tujuh bacalon itu menjadi empat bacalon dengan tes tertulis yang akan diselenggarakan 3 Agustus. Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Kuwiran, Pario, belum dapat dimintai komentarnya. Saat ditelepon, Pario tidak menjawab panggilan. 

Kabid Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Candra Irawan, mengatakan rencananya Pilkades Kuwiran akan diselenggarakan 8 Agustus dengan pencoblosan manual.

Sementara itu, petahana Heri Sarwo Edhi saat dimintai komentarnya mengenai jumlah pesaing yang jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya, dia mengatakan akan mengikutinya sesuai alur. “Saya mengalir saja, mengikuti aturan perundangan,” ujarnya singkat.