Siswi SMPN 4 Delanggu Klaten Meninggal Terlindas Truk, Begini Kronologinya

Ilustrasi kecelakaan. (Solopos - Dok)
23 Juli 2019 17:35 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Fitri Nur Azizah, 11, meninggal dunia akibat kecelakaan di depan sekolahnya, SMPN 4 Delanggu, Klaten, Selasa (23/7/2019) pukul 06.15 WIB.

Siswi kelas VII itu tersenggol mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan Solo-Jogja. Dia kemudian terjatuh dari sepeda ontelnya dan terlindas truk yang melaju di saat bersamaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, saat itu Fitri Nur Azizah mengendarai sepeda mininya dari arah utara ke selatan atau Solo ke Jogja. Tepat di depan SMPN 4 Delanggu, Fitri Nur Azizah berniat menyeberang dengan sepedanya dari arah timur ke barat.

Di tengah menyeberang tersebut, Fitri Nur Azizah tersenggol mobil Honda Freed berpelat nomor AD 8877 JS yang dikemudikan Slamet Widodo, 54, warga Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

Setelah tersenggol mobil tersebut, Fitri Nur Azizah terjatuh di jalan. Di saat bersamaan, truk berpelat nomor AD 1318 H yang dikemudikan Widodo, 66, warga Kampung Sewu, Jebres, Solo, melintas dari arah utara ke selatan atau Solo-Jogja.

Lantaran jarak terlalu dekat, truk tersebut langsung melindas Fitri Nur Azizah. “Pengayuh sepeda mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain mengakibatkan satu korban meninggal dunia, kecelakaan lalu lintas itu juga mengakibatkan kerugian material senilai Rp3 juta,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Klaten, Ipda Panut Haryono, mewakili Kasatlantas Polres Klaten, AKP Bobby Anugrah Rachman dan Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, kepada Solopos.com, Selasa.

Petugas Satpam SMPN 4 Delanggu, Agung Eko Riyadi, 46, mengatakan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia di depan sekolahnya baru terjadi kali ini. Sebelum kejadian, Agung yang bertugas membantu siswa SMPN 4 Delanggu menyeberang jalan Solo-Jogja sudah memberi kode ke Fitri Nur Azizah agar tidak buru-buru menyeberang.

“Saat kejadian, saya juga sedang menyeberangkan siswa lainnya. Saat itu saya sudah meneriakinya agar tak menyeberang terlebih dahulu. Saat saya tinggal menyeberangkan siswa lainnya, tiba-tiba dia tertabrak. Saya pun tak tahu proses kecelakaannya. Begitu saya tengok ke timur, saya sudah mendapati siswi itu terlentang di jalan. Kondisinya sudah meninggal dunia. Saya pun langsung melaporkan kejadian itu ke polisi,” katanya.

Salah seorang guru SMPN 4 Delanggu, Joko Sutrisno, mengatakan kecelakaan tersebut berlangsung saat kondisi lalu lintas ramai. “Dari sekolah sudah sering mengingatkan siswa agar berhati-hati saat menyeberang jalan. Selain menyiagakan satpam [bertugas menyeberangkan para siswa], setiap paginya juga ada 6-8 guru berada di gerbang. Saat menyeberangkan jalan itu, biasanya kami juga dibantu polisi," ujar dia.

Siswi yang meninggal dunia karena tertabrak truk itu adalah siswa baru. Joko mengungkapkan Fitri Nur Azizah anak yang baik dan pendiam.

Saat kejadian, kata Joko, di belakang Honda Freed ada mobil Daihatsu Ayla yang sempat menabrak Honda Freed. Tapi pengemudi mobil Daihatsu Ayla langsung kabur.

Orang tua Fitri Nur Azizah, Purwadi, 47, mengatakan anak keduanya itu baru dua pekan sekolah di SMPN 4 Delanggu. Fitri Nur Azizah baru lulus dari SDN 2 Butuhan, Delanggu.

Purwadi mengatakan biasanya dia mengantarkan anaknya berangkat sekolah. Tapi, kali itu Fitri Nur Azizah meminta berangkat sendiri ke sekolah naik sepeda ontelnya. Teman-temannya juga banyak yang naik sepeda.

"Saya hanya berpesan hati-hati di jalan. Setahu saya, jalan di depan sekolah itu sepi. Ternyata sangat ramai. Saya baru tahu kejadian itu pukul 08.00 WIB. Anak saya itu orangnya rajin, pendiam, dan akhir-akhir ini suka menanam,” kata Purwadi saat ditemui wartawan di rumah dukuh di RT 002/RW 002, Sakung, Dukuhan, Delanggu.