Videotron Jumbo Taman Tirtonadi Solo Mulai Dilelang

Ilustrasi videotron. (Youtube SoloposTV)
24 Juli 2019 03:18 WIB Anik Sulistyawati Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Proyek pengadaan videotron jumbo yang bakal dipasang di dekat Jembatan Keris atau di Taman Tirtonadi, Kelurahan Gilingan mulai dilelang, pekan ini. Nilai pembangunan videotron berukuran 5 meter x 10 meter itu mencapai Rp1,3 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2019.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan videotron itu akan menghadap timur-selatan. Pembagian penayangan konten 60 persen untuk program Pemerintah Kota (Pemkot) Solo atau iklan layanan masyarakat dan sisanya berupa iklan komersial.

“Dari dulu titik [lokasi] itu tidak kami pasang baliho atau lainnya karena memang diproyeksikan untuk videotron,” kata dia, kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Dengan proporsi tersebut diharapkan informasi Pemkot kepada masyarakat di wilayah Solo Utara dapat tersampaikan. Tinggi tiang penyangga sekitar tiga meteran, sehingga total tinggi videotron mencapai delapan meteran. Saat ini, Pemkot sudah memiliki tiga videotron yang lokasinya berada di simpang empat Gendengan, simpang tiga Sriwedari, dan simpang tiga Kerten. Sejumlah videotron di titik lainnya merupakan milik perbankan. “Kalau lelang tidak ada kendala, videotron tersebut akan dipasang pada September. Kami juga akan memangkas ranting dan batang pohon di Taman Tirtonadi yang menghalangi tampilannya,” ucap dia.

Herman mengakui saat ini belum banyak pengiklan yang berminat memasang konten di videotron. Namun, ia meyakini beberapa tahun yang akan datang, videotron akan menjadi salah satu ruang iklan yang laris. Tayangan video dirasa lebih mengena kepada konsumen di era digital.

Hingga saat ini, BPPKAD masih mematangkan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait nilai sewa videotron. Kasubid Perhitungan dan Penetapan BPPKAD Kota Solo, Wulan Tendra Dewayani, menyebut draft Perwali tersebut nantinya dipaparkan di hadapan Wali Kota sebelum ditetapkan. Isi Perwali tak hanya mengatur nilai sewa videotron, namun juga kelengkapan lain seperti pembagian konten 60% untuk program Pemkot dan sisanya materi iklan. Selain itu, jam tayang premium saat jalanan ramai.

Setelah Perwali diterbitkan, Pemkot akan menawarkan ruang iklan tersebut kepada perusahaan maupun biro iklan di Kota Bengawan. Biro iklan lokal menjadi prioritas utama sebagai imbal balik kerjasama yang terjalin lama. Pihaknya belum berniat mencoba menjual potensi itu ke level nasional. “Nilai sewa videotron juga mencakup biaya listrik dan biaya perawatan,” kata dia.