Keluarga Bayi Korban Pohon Tumbang Dapat Santunan Rp50 Juta Dari Pemkot Solo

Bekas pohon tumbang di citywalk Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Minggu (21/7/2019) pagi. (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
24 Juli 2019 04:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo memberikan santunan bagi keluarga bayi yang meninggal akibat tertimpa pohon tumbang di city walk Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, saat car free day (CFD), Minggu (21/7/2019) pagi.

Santunan senilai Rp50 juta itu diberikan sebagai bentuk kepedulian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terhadap korban bernama Kaivan Azzam Nur Ridho, 1,5, asal Kelurahan Bumi, Laweyan, itu. Santunan tersebut diberikan dalam bentuk tabungan.

“Dana tersebut bersumber dari anggaran tak terduga. Sekarang enggak usah lagi mencari siapa yang salah, tapi lebih baik mengedepankan upaya preventif. Kami harap ini korban terakhir dan jangan sampai ada korban lagi,” kata Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, kepada wartawan di sela pemangkasan cabang dan ranting pohon di Jl. Slamet Riyadi, Selasa (23/7/2019).

Kaivan menjadi korban tumbangnya pohon palem di jalur pedestrian (citywalk) Jl. Slamet Riyadi. Sehari sesudahnya, pada Senin (22/7/2019), bayi berusia 1,5 tahun itu meninggal dunia akibat luka parah di kepala.

Sebagai tindak lanjut, Rudy kemudian memimpin pemangkasan pohon massal di sepanjang jalan protokol, seperti di Jl. Slamet Riyadi, Jl. Adisucipto, Jl. Ir. Sutami, dan Jl. Kolonel Sutarto.

Tim yang terdiri atas petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu bergerak dari sekitar Markas Komando Resor (Makorem) 074/Warastratama, Purwosari.

Langkah tersebut juga antisipasi potensi pohon tumbang di bongkaran jalur hijau di Jl. Slamet Riyadi. Kepala Dinas PUPR Kota Solo, Endah Sitaresmi, mengatakan pohon-pohon peneduh di titik itu akan diberi penguat dari bambu.

“Kalau ada pohon yang kurang kuat akarnya, kami juga beri pengaman," kata dia.