Pasar Legi Solo Belum Pasti Dibangun 2 Atau 3 Lantai

Pekerja memotong besi pilar penyangga atap bangunan Pasar Legi Solo, Senin (17/6/2019). (Solopos - Mariyana Ricky P.D.)
24 Juli 2019 11:40 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pembongkaran bangunan utama Pasar Legi Solo yang terbakar diprediksi selesai pada akhir bulan ini. Setelah itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo baru dapat mengajukan anggaran ke pemerintah pusat atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, kepada solopos.com, Selasa (23/7/2019), mengatakan pembongkaran bangunan utama pasar sudah dilaksanakan sejak pertengahan bulan Juni. Pembongkaran merupakan syarat mengajukan anggaran ke pemerintah pusat yakni bangunan harus bersih dan administrasi mengikuti.

“Ada pergeseran di kementerian sejak 2019 ini, bukan Kementerian Perdagangan lagi namun Kementerian PUPR. Rencana pastinya angka kami belum mengetahui, nanti analisis dari Pemkot Solo dan kementerian akan dicocokan sesuai kemampuan alokasi APBN. Kalau kami mengajukan senilai Rp244 miliar yang kami pertahankan tapi belum ada titik temu,” ujarnya.

Heri mengaku telah memaparkan rencana awal yakni desain pasar dua lantai namun apabila memungkinkan dibuat tiga lantai dengan fasilitas pendukung seperti parkir, perkantoran. Lantai ketiga menyesuaikan anggaran yang diberikan pemerintah pusat. Namun, dengan anggaran yang diajukan oleh Pemkot Solo jumlah itu cukup untuk lantai tiga.

Pelaksana Kegiatan, Beni Hartono, saat ditemui solopos.com di lokasi proyek, mengatakan bangunan pasar yang dibongkar berkualitas sangat baik sehingga perlu tenaga ekstra untuk membongkar bangunan.

Ia optimistis waktu yang diberikan oleh Pemerintah Kota Solo dapat dipenuhi dikarenakan pembongkaran saat ini tinggal bagian-bagian samping saja. Ia menambahkan pembongkaran menggunakan empat alat backhoe dan satu breaker

Sementara itu, Lurah Pasar Legi, Marsono, mengatakan kelanjutan pembangunan pasar akan membuat sekitar 800 pedagang dalam pasar dipindah ke pasar darurat. Namun ia belum dapat memastikan waktu pasar darurat dibangun dan lokasi pasar darurat.

“Kami menunggu kebijakan atasan, wacananya dipindah ke sekitar Taman Monjari namun kami belum tahu. Kalau pedagang yang di luar pasar sudah berjalan sedemikan rupa, namun pedagang yang di dalam pasar perlu penyesuaian kembali,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek pembongkaran berjalan seiring dengan proses perdagangan di pasar tradisional Solo tersebut. Lokasi proyek ditutup menggunakan seng dan aktivitas perdagangan berjalan seperti biasanya di lokasi itu.