Gunungan Sampah TPA Mojorejo Sukoharjo Terbakar

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sukoharjo berupaya memadamkan api di TPA Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo, Rabu (24/7/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
24 Juli 2019 16:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, terbakar pada Rabu (24/8/2019).

Titik kebakaran masih jauh dari permukiman warga. Kepala UPT Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Dwi Yulianto, mengatakan kebakaran sampah TPA bermula dari kebakaran lahan tebu di belakang Balai Desa Mojorejo atau belakang sisi barat TPA.

Kemudian, api yang membakar daun tebu merembet ke lahan TPA dan membakar tumpukan sampah di sana. Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di ana api diperkirakan berasal dari kebakaran lahan tebu disamping barat TPA," kata dia kepada Solopos.com

Api cukup mudah menjalar karena di musim kemarau ini sampah-sampah cenderung mengering. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api sampah TPA agar kebakaran hebat seperti pada 2012 lalu tak terulang kembali.

Kala itu proses pemadaman membutuhkan waktu hingga dua pekan karena banyaknya tumpukan sampah yang terbakar. Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.

Menurutnya dibutuhkan ketelitian dalam pemadaman api yang membakar sampah di TPA. Kondisi sampah menumpuk dan kering sehingga mudah terbakar. Selain itu sampah mengandung gas metan yang mudah terbakar.

Kandungan gas metan tersebut sangat tinggi terutama saat musim kemarau dengan suhu panas yang tinggi. Untuk mengurangi suhu panas ini, petugas menyemprot lahan TPA secara rutin. Dengan demikian, sampah TPA tak mudah terbakar.

"Setelah beberapa jam melakukan pemadaman, akhirnya api bisa dipadamkan. Hanya saja, sekitar pukul 14.00 WIB tadi, dilaporkan titik api kembali muncul," katanya.

Petugas pemadam kebakaran terus memadamkan api dan melokalisasinya agar tak merembet ke lokasi lain. Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi titik api semakin besar dan kasus kebakaran 2012 terulang kembali.

"Saat ini dalam tahap proses pendinginan. Mudah-mudahan tidak ada titik api baru," katanya.

Dia mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan. Selain itu bagi pemulung dan lainnya tidak boleh membuang puntung rokok sembarangan di sekitar lokasi TPA. Hal ini guna mengantisipasi kebakaran di lahan TPA.

"Pastikan puntung rokok yang dibuang sudah dalam kondisi mati. Karana bisa saja dari puntung rokok itu menyebabkan kebakaran," kata dia.