Tempat Pembuangan Sementara Baru di Sragen akan Dibangun di 2 Lokasi

Kondisi terkini bekas TPS Bangunsari, Sragen Kulon, Sragen, yang sudah ditutup, Selasa (23/7 - 2019). (Moh. Khodiq Duhri)
24 Juli 2019 17:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS) baru dengan konsep reuse, reduce, dan recycle (3R).

Dua TPS dengan konsep 3R itu rencananya dibangun di kawasan Manding dan Sidoharjo. DLH berupaya mengurangi jumlah TPS di Sragen. Salah satu yang sudah ditutup adalah TPS Bangunsari di sebelah barat Mako Batalyon Infanteri (Yonif) 408/Suhbrasta, Sragen Kulon.

“Penutupan TPS sesuai dengan permintaan warga sekitar dua bulan lalu. Kebetulan TPS yang membangun juga warga sendiri. Kami hanya mambantu mengangkut sampah dari TPS itu ke TPA. Namun, belakangan warga sekitar merasa terganggu dengan keberadaan TPS karena sampahnya kerap meluber. Setelah ditutup, semua sampah dialihkan ke TPS Manding,” ujar Kepala DLH Sragen, Nugroho Eko Prabowo, kepada Solopos.com, Selasa (23/7/2019).

Nugroho menjelaskan TPS Manding rencananya dibangun dengan konsep 3R. Selain di Manding, TPS dengan konsep 3R akan dibangun di kawasan Sidoharjo Sragen pada tahun ini. Dengan adanya dua TPS 3R itu, Nugroho berharap volume sampah di TPS lain di Kota Sragen bisa berkurang. Saat ini masih ada lebih dari 10 TPS di Kota Sragen.

“Secara bertahap kami akan mengurangi jumlah TPS di Kota Sragen. Semua sampah rumah tangga nantinya dibuang ke TPS 3R atau langsung dibawa ke TPA [tempat pembuangan akhir]. Jadi, kami mohon kerja samanya dengan warga. Kalau nanti TPS itu sudah ditutup, ya jangan buang sampah di sana lagi,” ucap Nugroho.

Beberapa bulan lalu, kondisi TPS Bangunsari, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, banyak dikeluhkan warga sekitar dan pengguna jalan. Sampah di TPS tersebut kerap meluber hingga menutup separuh dari lebar jalan.

Sampah biasa meluber hingga menutup garis putih yang difungsikan sebagai median jalan. Akibat luberan sampah itu, jalan antarkampung tak bisa dilintasi kendaraan roda empat secara bersamaan dari dua arah berlawanan. Tidak hanya menutup separuh jalan, aroma menyengat dari sampah juga mengganggu kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan.

Selain sampah rumah tangga, daun dan ranting pepohonan juga menumpuk di lokasi. Penutupan TPS Bangunsari itu disambut positif oleh warga sekitar. “TPS itu ditutup sebelum Lebaran [5 Juni] karena banyak keluhan [dari warga sekitar dan pengguna jalan yang merasa terganggu karena sampah kerap meluber ke jalan],” kata Ari Suhartono, warga setempat.