Sungai Gemuling Jadi Tempat Sampah, Pemdes Kraguman Klaten Pusing

Sampah liar menumpuk di bantaran Sungai Gemuling, Desa Kraguman, Jogonalan, Klaten, Selasa (23/7/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
24 Juli 2019 17:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Desa (Pemdes) Kraguman, Kecamatan Jogonalan, Klaten, dibuat pusing dengan kondisi Sungai Gemuling yang tak ubahnya tempat sampah raksasa.

Tumpukan sampah berserakan di tanggul sungai tersebut. Sampah yang menumpuk sejak setahun lalu itu saat ini bahkan sudah menutupi sebagain badan sungai.

Kepala Desa (Kades) Kraguman, Sunaryo, mengatakan lokasi pembuangan sampah liar itu berada jauh dari permukiman. Jarak permukiman terdekat dengan lokasi sekitar 500 meter.

Sementara sekeliling bantaran sungai untuk membuang sampah merupakan lahan pertanian yang hanya bisa diakses melalui jalur setapak. “Sulit untuk memantau yang membuang sampah itu siapa. Sebelum saya menjabat sebagai kades sebenarnya sudah pernah ada upaya agar tidak ada pembuang sampah liar. Tetapi, masih ada saja yang membandel,” kata Sunaryo saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (23/7/2019).

Air sungai selama ini dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. Namun, air itu dimanfaatkan para warga di wilayah hilir seperti Desa Prawatan. Jika sampah tak segera dibersihkan, air sungai dikhawatirkan tak bisa dimanfaatkan untuk irigasi serta memicu banjir saat musim hujan.

“Meski tidak secara langsung berdampak ke warga kami, pembuangan sampah secara liar itu sudah meresahkan,” jelas dia.

Sunaryo memperkirakan pembuang sampah liar bukan dari wilayah Desa Kraguman dan tidak dilakukan perorangan. Hal itu menyusul banyaknya sampah di tempat tersebut.

Sampah-sampah yang dibuang beragam. Mayoritas sampah di lokasi itu berjenis plastik. Dia menuturkan sudah melayangkan surat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten agar bisa membantu mengatasi permasalahan tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan petugas dari Dinas PUPR. Rencananya pekan depan dilakukan pembersihan,” ungkapnya.

Untuk jangka pendek, Sunaryo mengatakan segera menutup akses pembuangan sampah ke bantaran Sunga Gemuling. Pemerintah desa setempat juga berencana membuat kelompok pengelola sampah. “Kami programkan pada 2020,” urai dia.

Kasi Kebersihan Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas PUPR Klaten, Widodo, mengatakan pada pekan ini sampah-sampah yang menumpuk di bantaran Sungai Gemuling segera diangkut.

Dinas PUPR bakal mengoperasikan satu alat berat lantaran banyaknya sampah di lokasi itu hingga menumpuk di sebagian badan sungai. “Kalau selanjutnya, ada kerja sama dalam pengangkutan sampah, dari Dinas PUPR prinsipnya siap,” jelas Widodo.