Solo Butuh Ikon Wisata Malam, Netizen Riuh Usulkan Ini

Bendung Tirtonadi Solo diselimuti kabut. (Instagram - Jelajah Solo)
25 Juli 2019 19:05 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Kota Solo butuh ikon wisata malam sebagai daya tarik bagi wisatawan. Meski terkenal memiliki sejumlah tempat hits, Kota Solo dinilai belum memiliki destinasi wisata malam yang kuat menahan wisatawan menginap lebih lama. Padahal, jumlah fasilitas akomodasi di Solo cukup banyak.

Kabar tersebut ramai dikomentari netizen yang berdomisili di Solo dan sekitarnya. Mereka mengusulkan beberapa ikon wisata hits di Solo yang layak dikembangkan lewat kolom komentar akun Instagram @jelajahsolo, Kamis (25/7/2019).

Opini saya sebagai warga Jakarta yang sempat 1,5 tahun bermukim di Solo, sebenarnya enggak butuh ikon wisata malam. Hik dan nasi liwet sudah lebih dari cukup. Kirab kebo bule saja sudah menghibur. Orang ke Solo justru mencari ketenangannya,” komentar @febriyantovs.

Saya sering ke Ngarsopuro. Di sana banyak bule-bule dan keluarga. Tapi, sepertinya mereka kecewa. Night Market-nya hanya kayak gitu. Mungkin wisata malam bisa dibagi dua. Dengan tema family dan budaya. Kalau family meniru Thailand dan Jepang, banyak street food dan yang budaya mungkin bisa menggunakan taman yang ada di kelurahan,” imbuh @baguscahyonopati.

Coba pedestrian baru di Jl. Slamet Riyadi itu dimanfaatkan lagi. Dibikin tingkat, atasnya dimanfaatkan buat menampung jualan suvenir, batik, coffee shop, buat tempat duduk yang nyaman buat orang yang jalan-jalan sambil melihat lalu lintas Slamet Riyadi, ada live music tradisional. Buat pameran karya seni para seniman, sehingga bisa jadi ikon yang Instagramable. Cuma usul ya,” sambung @ary_diavolo mengusulkan.

Angkringan itu sudah hiburan. Hiburan nge-ghibah malam-malam,” imbuh @setiawandani69.

Usul ya, alangkah baiknya jika di Solo dibuat wisata malam seperti yang ada di Kota Bangkok, Thailand. Yaitu banyak night market di lokasi potensial. Jadi, di night market tersebut dibuat secara menarik dan keren. Serta menjual berbagai produk UMKM dengan harga terjangkau. Seperti di Bangkok yang night market-nya jadi objek wisata banyak dikunjungi turis mancanegara,” imbuh @ardaya_nugroho.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Pri Siswanto, mengatakan sebagai wilayah yang lokasinya berada di tengah, Solo diharapkan menjadi pilihan para wisatawan yang berkunjung untuk menginap.

Pri Siswanto mengatakan dari sisi destinasi wisata, saat ini banyak berkembang di daerah luar Solo. Terlebih untuk destinasi yang menonjolkan kekuatan alam. Sedangkan di Solo lebih kuat pada wisata belanja dan kuliner serta akomodasi. Dengan demikian Solo diharapkan bisa menjadi pusat untuk bermalam.