2 Anak Presiden Jokowi Masuk Daftar Figur Potensial Calon Wali Kota Solo

Presiden Jokowi bersama kedua anaknya, Gibran, Kaesang, dan sang cucu, Jan Ethes di Pasar Burung, Depok, Solo, Minggu (9/6/2019) pagi WIB. (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
25 Juli 2019 21:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep terjaring sebagai figur potensial calon wali kota Solo pada Pilkada 2020 mendatang. Keduanya merupakan putra sulung dan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan nama dua anak muda itu masuk daftar empat tokoh dengan popularitas dan akseptabilitas tertinggi di Kota Bengawan. Dua tokoh lain dengan popularitas dan akseptabilitas tertinggi yaitu Achmad Purnomo (Wawali Solo) dan Teguh Prakosa (Ketua DPRD Solo).

Sedangkan untuk kategori figur dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas) cawali Solo, nama Kaesang terpental dari posisi empat besar. Tapi nama sang kakak, Gibran, berada di posisi kedua, tepat di bawah Achmad Purnomo di posisi pertama.

Dua tokoh lain dengan elektabilitas tertinggi yakni Teguh Prakosa dan Gus Karim (guru ngaji/guru spiritual Jokowi). Data atau informasi tersebut merupakan hasil riset kepemimpinan Kota Solo periode 2020-2024 oleh Laboratorium Kebijakan Publik Unisri Solo.

Riset yang dipimpin Ketua Laboratorium Kebijakan Publik Unisri, Suwardi, tersebut dilakukan selama satu bulan tepatnya periode akhir Juni hingga pertengahan Juli 2019. Nama-nama figur dijaring menggunakan metode teknik delfi melibatkan ahli dan tokoh.

“Nama-nama yang muncul ini kami peroleh dari hasil riset menggunakan teknik delfi dengan nara sumber para ahli dan tokoh. Mekanismenya melalui forum group discussion [FGD]. Nama-nama ini lantas kami mintakan pendapat kepada responden survei,” ujar Suwardi.

Dia menjelaskan survei penduduk Kota Solo menyasar nama-nama yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Dalam penarikan sampel peneliti menggunakan teknik cuplikan random sampling di 96 titik lokasi survei (TLS) yang menghasilkan 768 responden.

Jumlah responden di masing-masing lokasi (TLS) ditetapkan delapan orang. Namun setelah dua tahap pengumpulan data, ada dua kuesioner responden yang dikategorikan tak bisa dianalisis sehingga kuesioner yang masuk daftar analisis hanya dari 766 responden.

“Besaran sampel ini memenuhi kriteria tingkat signifikansi pada posisi 95 persen dengan kerapatan 50:50 dengan margin error empat persen. Pengumpulan data memakai teknik wawancara face to face dengan instrumen data kuesioner tertutup dan alat peraga,” urai dia.

Suwardi menerangkan riset dilakukan dengan alasan posisi Solo sebagai barometer berbagai bidang di kancah nasional. Untuk itu posisi Solo sangat strategis sehingga suksesi kepemimpinan di Solo menjadi sangat penting dan menarik untuk diperhatikan tahap demi tahap.

Penuturan senada disampaikan Rektor Unisri, Sutardi. Menurut dia, selama ini Unisri berkomitmen ikut berpartisipasi dalam upaya menakar dan memberikan gambaran tentang tokoh-tokoh potensial pemimpin di Kota Bengawan.

“Dengan kajian ilmiah bisa dilihat bagaimana ke depan, harapan masyarakat, pilihan masyarakat ke depan secara luas. Dengan dipublikasikannya hasil penelitian ini harapannya bisa memberikan gambaran bahwa memilih pemimpin tidak sekedar saja,” terang dia.

Berikut data tingkat elektabilitas tokoh potensial calon wali kota Solo 2020-2024:
1. Achmad Purnomo: 38%
2. Gibran Rakabuming Raka: 13%
3. Teguh Prakosa: 11%
4. Gus Karim: 5%
5. Ravik Karsidi: 4%
6. Gareng Sri Haryanto: 3%
7. Her Suprabu: 2%
8. Kaesang Pangarep: 1%
9. Slamet Rahardjo: 1%
10. Racmad Wahyudi: <1%
11. Tidak Berikan Jawaban: 21%

Tingkat akseptabilitas tokoh potensial calon wali kota Solo 2020-2024
1. Achmad Purnomo: 83%
2. Gibran Rakabuming Raka: 61%
3. Teguh Prakosa: 49%
4. Kaesang Pangarep: 36%
5. Gus Karim: 23%
6. Gareng Sri Haryanto: 21%
7. Ravik Karsidi: 19%
8. Her Suprabu: 17%
9. Slamet Rahardjo: 12%
10. Rachmad Wahyudi: 11%
Sumber: Laboratorium Kebijakan Publik Unisri

Tingkat popularitas tokoh potensial calon wali kota Solo 2020-2024:
1. Gibran Rakabuming Raka: 90%
2. Achmad Purnomo: 90%
3. Kaesang Pangarep: 86%
4. Teguh Prakosa: 49%
5. Gus Karim: 25%
6. Gareng Sri Haryanto: 21%
7. Her Suprabu: 18%
8. Ravik Karsidi: 18%
9. Slamet Rahardjo: 13%
10. Rachmad Wahyudi: 11%
Sumber: Laboratorium Kebijakan Publik Unisri