Tol Solo-Jogja Bakal Bisa Diakses dari Banyudono dan Colomadu

Arus balik kendaraan di tol Pejagan-Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (7/6 - 2019). (Antara/Oky Lukmansyah)
25 Juli 2019 22:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Tol Solo-Jogja di wilayah Jawa Tengah direncanakan terhubung lewat dua jalur, yakni jalur arteri Jalan Solo-Semarang di wilayah Kecamatan Banyudono, Boyolali, dan jalan tol Trans Jawa ruas Salatiga-Kartasura di wilayah Kecamatan Colomadu, Karanganyar.

Dari jalan arteri ini akan dimulai dari simpang Kuwiran di Desa Banyudono di sisi utara jalan serta di Desa Kuwiran pada sisi selatan jalan. Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Widodo Munir mengatakan di simpang Kuwiran dibangun tanpa traffic light (lampu bangjo) karena akses dibuat melayang untuk pengguna jalan dari arah barat.

“Di Jalan Solo-Semarang untuk jalur dari arah barat atau dari arah Semarang yang akan masuk tol Solo-Jogja dibangun jalan baru di sebelah ke kiri [utara] menggunakan lahan Desa Banyudono, kemudian jalan ini menanjak berbelok ke kanan memotong/melayang di atas jalan arteri, menuju ke selatan lurus masuk ke wilayah Desa Kuwiran,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjannya, Selasa (23/7/2019).

Sementara itu, dari arah timur atau Solo akan dibangun akses langsung berbelok ke kiri masuk wilayah Desa Kuwiran. “Jadi di titik ini arus lalu lintas akan tetap lancar. Ini semua baru rencana,” jelasnya.

Akses tol ke selatan ini kemudian mengarah ke tenggara hingga ke wilayah Desa Sambon melewati Desa Jembungan. Di Sambon ini akan ada simpang ke ke utara dan ke selatan.

Akses ke selatan via Desa Guwokajen, Jatirejo, dan Kateguhan (semuanya di Kecamatan Sawit) terus ke selatan hingga masuk wilayah Klaten. Akses ke utara menuju pintu tol ruas Salatiga-Kartasura di Colomadu, Karanganyar.

Sementara itu, akses jalan tol Solo-Jogja lainnya terhubung dari jalan tol Trans Jawa ruas Salatiga-Kartasura. Titik ini berjarak sekitar 1,3 kilometer ke arah timur dari simpang Kuwiran.

Menurut Munir, di titik tersebut jalan keluar dari pintu tol Colomadu menuju ke arah selatan akan melintasi Jalan Solo-Semarang. Pada perpotongan ini juga akan dibuat jalan layang.

“Kemungkinan pintu tol Colomadu yang ada sekarang ini nanti akan dirobohkan karena dari situ jalan sudah mulai dibuat naik ke selatan sehingga sampai di titik potongan dengan Jalan Solo-Semarang ketinggian jalan layang sudah mencukupi,” imbuhnya.

Selanjutnya akses diteruskan lurus ke selatan hingga bertemu dengan akses dari Kuwiran di Desa Sambon. Sementara itu, pintu tol Colomadu akan dipindah ke lokasi lain di wilayah Kuwiran.

Disinggung mengenai arus lalu lintas, Munir menjelaskan pengguna jalan tol Salatiga-Kartasura menuju Jogja maupun sebaliknya yang ingin tetap via jalan tol dapat menggunakan akses dari eks pintu tol Colomadu-Sambon.

Sedangkan simpang Kuwiran dapat digunakan bagi pengguna jalan dari jalan tol Salatiga-Kartasura yang ingin ke Solo/Boyolali (dan sebaliknya) via jalur arteri.

Camat Sawit Purnawan mengatakan saat ini sudah mulai mengidentifikasi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang akan terkena proyek jalan tol Solo-Jogja.

“Intinya identifikasi tersebut dilakukan agar pembangunan jalan tol nanti tidak menghilangkan fasum dan fasos yang ada,” ujarnya seusai rapat koordinasi persiapan sosialisasi jalan tol di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Boyolali, Kamis (25/7/2019).