Pelajar Kerap Menongkrong di Makam Bikin Resah, Polsek Laweyan Solo Bertindak

Ilustrasi razia pelajar. (Solopos - Dok)
26 Juli 2019 02:30 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Aparat Polsek Laweyan Solo menangkap sembilan pelajar tengah menongkrong di di Kompleks Makam Juru Martani RT 004/RW 009 Purwosari, Laweyan, , Kamis (25/7/2019).

Mereka kemudian diamankan dan diberi pembinaan. Kanit Binmas Polsek Laweyan, Iptu Endang Tri Handayani, kepada wartawan mengatakan razia dilakukan menyusul laporan masyarakat ihwal seringnya lokasi itu menjadi tempat nongkrong pelajar.

Warga resah lantaran para pelajar kerap nongkrong saat masih jam pelajaran. “Mirisnya lagi kadang mereka juga pacaran dan merokok di lokasi itu sehingga atas dasar laporan dari warga kami melakukan razia di kawasan makam,” terang Endang.

Babinkamtibmas Purwosari dan warga sekitar sebenarnya sudah beberapa kali menegur para pelajar yang menongkrong tersebut. Tapi masih saja banyak pelajar yang datang ke lokasi itu untuk sekedar menongkrong dan berbincang santai.

“Akhirnya kami melakukan penindakan dengan melakukan razia di lokasi yang dimaksud. Yang kami amankan sebenarnya ada 11 orang. Tapi yang masih kategori pelajar sembilan orang. Dua orang lainnya sudah lulus sekolah,” imbuh dia.

Para pelajar yang terjaring razia masih mengenakan seragam sekolah. Mereka dibawa ke Mapolsek Laweyan untuk diberi pembinaan. Orang tua atau wali murid dari sembilan siswa juga dipanggil ke mapolsek untuk memberikan efek jera siswa.

Selama pembinaan polisi juga memeriksa ponsel sembilan pelajar. Polisi menemukan beberapa ponsel pelajar itu yang menyimpan video porno. Selanjutnya ponsel disita sekolah selama satu semester.

Langkah tersebut disetujui orang tua siswa. “Setelah kami bina dan berikan penyuluhan, kami buatkan surat perjanjian bersama sebagai komitmen baik dari anak, orang tua, dan sekolah agar tidak mengulangi perbuatan yang sama,” sambung Endang.