Rahasia Kelezatan Sambal Tumpang Kuliner Tradisional Soloraya

Ilustrasi seporsi nasi tumpang (Pictagram)
26 Juli 2019 22:10 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Sambal tumpang merupakan salah satu kuliner Solo yang juga mulai langka. Makanan klasik ini mulai digerus aneka makanan kekinian yang banyak dijajakkan pedagang di Kota Solo, Jawa Tengah.

Dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Solo, Jumat (26/7/2019), sambal tumpang merupakan salah satu makanan khas Solo yang juga terkenal di beberapa wilayah lain di Jawa Tengah. Sambal tumpang terbuat dari tempe yang sudah basi dibumbui kuah santan dengan cabai, bawang merah, bawang putih, kencur, daun jeruk, lengkuas, dan daun salam.

Tidak semua tempe bisa dimasak menjadi sambal tumpang. Hanya tempe yang sudah basi, minimal dibiarkan semalam alias semangit, yang bisa dimasak menghasilkan sambal tumpang. Tenpe segar justru akan membuat aroma dan rasa sambal tumpang berbeda.

Tempe basi dan yang segar direbus bersama aneka bumbu tersebut di atas. Setelah itu, tempe ditumbuk kasar sebelum dibubuhi santan dan dicampur bahan lain seperti tahu atau krecek. Tempe semangit lazim dipakai sebagai bumbu beragam masakan di Jawa. Aromanya yang khas menambah kelezatan makanan.

Perpaduan kencur dan daun jeruk berpadu dengan tempe semangit menambah kelezatan sambal tumpang yang gurih dan pedas. Sambal tumpang biasa disajikan bersama nasi dan aneka sayuran rebus seperti bayam, kacang panjang, dan tauge. Sebagai pelengkap, sambal tumpang disantap dengan lauk berupa rempeyek.

Nasi tumpang populer di wilayah Soloraya yang disantap saat sarapan. Pedagang nasi tumpang biasanya berjualan di warung lesehan atau kaki lima di Soloraya. Selain tumpang, pedagang juga seringkali menjajakan nasi pecel.