Sopir Truk Kontainer Tabrak Puskesmas Mojosongo Boyolali Positif Narkoba

Sopir truk kontainer H 1975 BH yang menabrak Puskesmas Mojosongo, Boyolali, Solchan, 38 (kiri, baju hijau), diperiksa di Polres Boyolali, Jumat (26/7 - 2019). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
26 Juli 2019 12:05 WIB Rohmah Ermawati/AKhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sopir truk kontainer H 1975 BH yang menabrak Puskesmas Mojosongo, Boyolali, dan menyebabkan satu pengendara sepeda motor meninggal dunia, Kamis (25/7/2019), diketahui positif menggunakan narkoba.

Wartawan Solopos, Akhmad Ludiyanto, melaporkan sopir truk kontainer itu diketahui bernama Solchan, 38, warga Dk. Plantaran, RT 001/RW 009, Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Febriyani Aer, saat dimintai konfirmasi via telepon Jumat (26/7/2019), membenarkan bahwa Solchan positif dalam pengaruh narkoba berdasarkan pemeriksaan urine yang dilakukan Kamis kemarin. 

Solchan juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan tragis di Puskesmas Mojosongo Boyolali yang mengakibatkan seorang mahasiswi, Irza Laila Nur Trisna Winandi, 21, warga Perum Bumi Singkil Permai, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, Boyolali, meninggal dunia, itu.

Lebih lanjut, Kasatlantas yang diwakili Kanit Laka Lantas Ipda Utomo menjelaskan pengemudi truk kontainer ditetapkan sebagai tersangka sejak kemarin sore. Solchan dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 yo 311 UURI No. 22 Th 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dia menambahkan pengemudi tersebut juga ketika mengemudikan truk kontainer tidak mempunyai SIM.

"Untuk hasil kesimpulan sementara penyebab kecelakaan tersebut karena kendaraan truk kontainer tidak layak jalan, diduga mengalami gangguan fungsi pengereman atau rem blong," terang Ipda Utomo dalam rilis Humas Polres Boyolali yang dikutip solopos.com.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut truk kontainer tabrak Puskesmas Mojosongo Boyolali menyebabkan satu orang meninggal dunia, kemarin.