Setelah Jadi Ketua DPC PDIP Klaten, Sri Mulyani Mulai Bicara Pilkada 2020

Bupati Klaten, Sri Mulyani, dan Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, berbincang dengan Ketua KPU Klaten, Kartika Sari Handayani, di kantor KPU Klaten, Kamis (23/5/2019).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
26 Juli 2019 22:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten Sri Mulyani mulai bicara soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 seusai terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Klaten.

Sri Mulyani menyatakan siap maju sebagai calon bupati (cabup) di Pilkada tahun depan. Namun, Sri Mulyani menegaskan kesediaannya maju sebagai cabup harus dibarengi dukungan penuh dari partai politik (parpol) dan masyarakat Klaten.

Hal itu dikayakan Sri Mulyani saat ditemui wartawan di Kafe Kopi Sawah Jomboran, Klaten Tengah, Jumat (26/7/2019). Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani baru saja memperoleh amanah menduduki kursi ketua DPC PDIP Klaten periode 2019-2024.

Sri Mulyani menggantikan peran suaminya, yakni Sunarna yang saat ini terpilih sebagai anggota DPR RI. Penetapan Sri Mulyani sebagai ketua DPC PDIP Klaten itu dibacakan saat berlangsung konferensi cabang (konfercab) di gedung Panti Marhaen Kantor PDIP Jateng di Semarang, Minggu (14/7/2019).

Tugas utama Sri Mulyani sebagai ketua DPC PDIP Klaten, yakni memenangi Pilkada 2020. “Jika memang parpol dan masyarakat menghendaki lagi, saya siap maju di Pilkada mendatang,” katanya.

Sebagai ketua baru di DPC PDIP Klaten, Sri Mulyani ingin memanasi mesin partai menjelang Pilkada 2020. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan soliditas di internal PDIP Klaten.

“Ya, mesin partai mulai dipanasi sebagai persiapan 2020. Kami juga akan fokus mengikuti Kongres V PDIP di Bali, 8-10 Agustus mendatang,” katanya.

Selain memanasi mesin partai, Sri Mulyani juga mulai aktif menjalin komunikasi politik dengan berbagai parpol di Klaten. Meski PDIP Klaten memperoleh kursi terbanyak di DPRD Klaten, DPC PDIP Klaten tetap berencana berkoalisi dengan berbagai parpol di Kabupaten Bersinar.

“Rencananya koalisi [dengan parpol lain]. Komunikasi politik dilakukan dengan semuanya,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Sri Mulyani masih seorang diri memimpin Pemkab Klaten hingga sekarang. Semula Sri Mulyani adalah wakil bupati mendampingi Sri Hartini sebagai bupati Klaten periode 2016-2021.

Namun, Sri Hartini diberhentikan dari jabatan setelah terjerat kasus jual beli jabatan. Sri Hartini tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir tahun 2016 lalu.

Sri Mulyani menggantikan Sri Hartini sebagai bupati setelah Sri Hartini diberhentikan. Sejak itu, jabatan wakil bupati kosong.

“Sesuai jadwal, Pilkada bakal berlangsung September 2020. Pelantikan diperkirakan 2021,” kata anggota Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten, Wandyo Supriyatno.