Solopos Hari Ini: Purnomo Nunggu, Mulyani Maju

Solopos Sabtu 27 Juli 2019
27 Juli 2019 10:10 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – PAN Solo memunculkan nama Wakil Wali Kota Achmad Purnomo sebagai calon wali kota. Padahal Purnomo memiliki KTA PDIP. Sementara itu, Bupati sekaligus Ketua DPC PDIP Klaten, Sri Mulyani, siap maju sebagai calon bupati.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Solo menyiapkan beberapa nama untuk diajukan sebagai calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali).

Nama bakal calon wali kota Solo menjadi headline di Koran Solopos edisi Sabtu (27/7/2019). Selain kabar tersebut, berikut cuplikan berita selengkapnya:

DINAMIKA POLITIK: Koalisinya Kuat, Jokowi Belum Berencana Tambah Anggota
Setelah Tim Kampanye Nasional (TKN) dibubarkan, capres terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kekuatan partai koalisinya cukup kuat.

“Kalau ditanya sudah cukup atau belum, sudah cukup,” kata Jokowi sebelum menghadiri pertemuan dengan sekjen partai koalisi pendukung JokowiMa’ruf Amin di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7).

OTT KPK: 2 Kali Bupati Kudus Tersandung Korupsi
Untuk kali kedua, Bupati Kudus Muhammad Tamzil ditangkap karena korupsi. Kali ini, dia dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) karena dugaan menerima suap.

Baca selengkapnya: Epaper Solopos

Upaya PT Rayon Utama Makmur (RUM) membenahi pengelolaan limbah udara harus sampai tuntas.

Empat aktivis lingkungan yang baru saja bebas dari penjara akan mengawal upaya PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, untuk membenahi pengelolaan limbah udara.

Berita PT RUM menjadi headline di halaman Soloraya edisi Sabtu (27/7/2019). Berikut beberapa berita lainnya yang menjadi fokus utama di halaman Soloraya koran Solopos:

TUGU JATI BEDUG: Misteri Tugu Penanda Batas Tiga Wilayah
Tugu dari bata menyerupai lilin itu tepat di tengah jalan raya Kelir-Manyaran. Di tepi jalan dekat tugu berdiameter sekitar dua meter dan setinggi empat meter itu berderet penanda batas wilayah Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, batas wilayah Kabupaten Wonogiri, dan batas wilayah Kabupaten Sukoharjo.