Pakai Limbah Blotong, Dosen STIE AUB Solo Bikin Paving Block Tahan Gempa

Paving block dari bahan campuran limbah blotong. (Istimewa/STIE AUB Surakarta)
29 Juli 2019 08:00 WIB Adib Muttaqin Asfar Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ada inovasi menarik yang muncul di Solo. Sekelompok akademisi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB Surakarta menemukan cara memanfaatkan limbah blotong menjadi bahan perekat paving block.

Inovasi tepat guna ini merupakan bentuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan dosen Magister Manajemen STIE AUB Surakarta yaitu I Gusti Putu Diva Awatara, Anwar Hamdani, dan Siti Fatonah. Ketiga dosen ini bergelar doktor menerapkan pemanfaatan limbah blotong sebagai bahan perekat paving block di Desa Jeruk Sawit, Gondangrejo, Karanganyar.

Dalam rilis yang diterima Solopos.com, Minggu (28/7/2019), STIE AUB menyebut kegiatan PKM ini sebagai wujud sinergitas antara Perguruan Tinggi, PTPN IX (Persero) Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Desa Jeruk Sawit dipilih lantaran program ini bertujuan memberikan kontribusi kepada masyarakat di wilayah-wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi.

Pemanfaatan limbah blotong sebagai bahan bangunan paving block merupakan salah satu alternatif yang dapat di aplikasikan. Keuntungan dari pemanfaatan ini adalah dapat mengatasi permasalahan pembuangan limbah blotong sekaligus mendukung pengadaaan bahan bangunan perumahan murah.

Tak hanya itu, paving block dengan bahan limbah blotong ini bisa menjadi mitigasi risiko gempa dan tsunami pada daerah rawan bencana. Pemanfaatan limbah blotong dapat mengurangi penggunaan pasir dan semen sehingga tidak berisiko besar dibandingkan paving block biasa.

Pemanfaatan paving block berbahan limbah blotong sangat cocok untuk daerah pesisir selatan jawa yang diduga memiliki risiko bencana gempa dan tsunami tinggi.

Sumber : Rilis