Musim Haji, Kawasan Asrama Haji Donohudan Boyolali Penuh Sampah

Tumpukan sampah terlihat di sisi timur jalan Asrama Haji Donohudan (AHD), Minggu (28/7 - 2019). Sampah/sampah tersebut kebanyakan bekas makanan, minuman, dan daun/daun kering. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
29 Juli 2019 21:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi masalah klasik tiap musim haji tiba di kawasan kompleks Asrama Haji Donohudan (AHD), Ngemplak, Boyolali. Pada paruh pertama musim haji 2019 sampah sudah berserakan di sekitar kompleks yang tak jauh dari kawasan Bandara Adi Soemarmo itu.

Sampah paling banyak ditemukan di jalan sisi timur AHD dan tempat parkir di belakang gedung utama. Sebagian besar sampah tersebut berupa bungkus makanan dan daun-daun kering.

Pantauan Solopos.com, Minggu (28/7/2019), sampah memang banyak tersebar di sekeliling pedagang makanan dan minuman. Tempat itu pula yang biasanya menjadi jujugan para pengantar jemaah haji. Apalagi di sana banyak terdapat pedagang makanan dan minuman. Selain dari pengantar jemaah, sampah juga berasal dari aktivitas pasar malam yang ada di lokasi yang sama.

Tidak hanya sepanjang jalan, sampah plastik juga terlihat masuk ke area persawahan, selokan, dan parit yang semestinya menjadi jalur mengalirnya air. “Sampah yang menumpuk ini memang terjadi setiap tahun,” tutur warga Donohudan, Suryawan.

Seorang pedagang di kios sisi timur AHD, Anton, menyebut pengelolaan sampah memang minim tanggung jawab. Pasalnya, Anton mengaku tidak pernah ada penarikan uang kebersihan ataupun kesepakatan tempat pembuangan sampah.

Selama musim haji Anton hanya dibebani biaya sewa kios sebesar Rp750.000. Dia tidak mengetahui apakah biaya itu sudah termasuk biaya kebersihan atau tidak. “Jadi pedagang di sini hanya memungut sampah yang ada di sekitar lapaknya, kalau yang sampai tepi jalan kami enggak tahu,” ujar dia.

Sementara itu, Kasubbag Humas dan Protokol Embarkasi Donohudan, Agus Widakdo, menyebutkan pengelolaan ruang tunggu, parkir mobil pengantar jemaah, dan kios di sisi timur menjadi wewenang desa. Bagian itu pula yang mendatangkan PAD bagi pemerintah desa Donohudan selama musim haji.

Sekdes Donohudan, Hartono, mengatakan seluruh pengelolaan ruang tunggu dan PKL selama musim haji sudah diserahkan kepada pemenang lelang. “Sementara untuk kebersihan, kami sudah melakukan imbauan kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata dia.