Karanganyar Jadi Tuan Rumah IOXC 2019 pada 25-27 Oktober 2019

Menpora, Imam Nahrawi (tengah), berfoto bersama atlet Indonesia X-Sports Championship (IOXC) di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (25/7 - 2019). (Istimewa)
29 Juli 2019 12:15 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, didapuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Indonesia Open X-Sports Championship (IOXC) ke-11 pada 25 hingga 27 Oktober 2019.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berharap event tersebut dapat mengenalkan olahraga extrem, pembinaan atlet, dan promosi pariwisata.

Berdasarkan informasi di laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, Karanganyar dipilih menjadi tempat penyelenggaraan kejuaraan IOXC 2019. Sebanyak enam jenis cabang olahraga dipertandingkan pada IOXC 2019, yakni Aggressive inline, Skateboard, BMX, BBoy Freestyle Basketball, dan Freestyle Soccer.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Bakdo Harsono, menjelaskan selain diikuti atlet nasional, kompetisi tersebut akan diikuti atlet dari 19 negara.

"Tahun lalu di Tangerang diikuti sekitar 500 atlet. Target kami lebih dari itu, harapannya olahraga extrem bisa berkembang baik di Karanganyar," katanya kepada solopos.com saat ditemui di kantornya, Jumat (26/7/2019).

Dia mengklaim perkembangan olahraga exstrem di Karanganyar bagus dengan adanya berbagai kegiatan olahraga yang dilakukan pemuda pada hari bebas kendaraan. Bahkan, Karanganyar memiliki atlet cilik asal Colomadu, Basral, yang meraih juara pada ajang IOXC 2018 cabang skateboard.

"Atlet mulai dilirik tingkat nasional karena cabang olahraga tersebut menjadi salah satu cabang olahraga pada ajang Asian Games dan SEA Games. Kami berharap ajang ini menjadi pemanasan bagi para atlet sebelum bertanding pada Sea Games di Manila," ujarnya.

Menurut dia, salah satu keunggulan Karanganyar dipilih sebagai tuan rumah karena sudah memiliki pengalaman sebagai penyelenggara Local Heroes pada 2018 dan adanya potensi pariwisata yang dapat menarik para atlet yang bertanding.

"Kami terpilih dari lima kandidat. Kami memiliki potensi wisata alam, sejarah, dan religi. Kejuaraan yang akan berlangsung di Alun-alun Karanganyar akan membawa multi effect. Seperti pengenalan olahraga extrem, pembinaan atlet, dan kunjungan pariwisata," ungkapnya.