Rudy Persilakan Anak Jokowi Ikut Penjaringan Bakal Cawali-Cawawali Pilkada Solo 2020 di PDIP

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menunjukkan jari telunjuk sesuai memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 di TPS 28, Pucangsawit, Jebres, Solo, Rabu (17/4 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
30 Juli 2019 03:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mempersilakan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut penjaringan calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali) Pilkada Solo 2020 via PDIP.

Hal itu dikatakan Rudy menanggapi perbincangan ramai mengenai nama dua putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep yang masuk daftar figur potensial cawali-cawawali pada Pilkada tahun depan.

Gibran dan Kaesang muncul dalam hasil survei kepemimpinan Kota Solo 2020-2025 oleh Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri).

Menurut Rudy, adalah hak setiap orang untuk mencalonkan maupun dicalonkan sebagai wali kota atau wakil wali kota.

"Sah semua, boleh-boleh saja semua orang mencalonkan atau dicalonkan. Kalau keduanya ingin mencalonkan diri melalui PDIP ya harus melalui mekanisme partai. Sepanjang sesuai syarat, boleh saja,” kata dia kepada wartawan, Senin (29/7/2019) siang.

Rudy, sapaan akrabnya, menyebut pencalonan wali kota tak memandang sosok kader maupun di luar kader. Seluruh warga berhak mendaftarkan diri.

“Pak Jokowi saat mencalonkan diri dulu sebagai Wali Kota Solo juga bukan kader [PDIP]. Ya, tapi sesudah itu kan jadi kader karena sudah sesuai dengan mekanisme partai. Saat ini kami belum memulai penjaringan. Dilihat nanti mekanismenya bagaimana,” paparnya.

Dia memerinci mekanisme penjaringan cawali-cawawali via PDIP dimulai dari usulan Anak Ranting, Ranting, Pengurus Anak Cabang (PAC), lalu DPC, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Tengah, baru kemudian Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Setelah itu, nama-nama yang direkomendasikan atau mengantongi restu dari DPP turun kembali ke DPD lantas DPC. “Soal sosok Gibran ya biar masyarakat yang menilai. Kalau saya sendiri lebih sesuai pada mekanisme partai. Saya yakin banyak yang mau mendaftar, ya boleh saja. Ketokohan nomor sekian, yang penting melalui mekanisme partai. Kalau yang jadi, pasti berdasarkan suara dari masyarakat yang memilih,” ucap Rudy.

Terpisah, Sekretaris DPC PDIP Teguh Prakosa menilai sosok Gibran belum memiliki jam terbang tinggi. Menurutnya, langkah Gibran dalam percaturan politik lokal masih perlu diasah.

“Kalau bicara populer ya anak-anak muda yang muncul di sosial media itu jauh lebih populer. Saya kira itu saja tidak cukup,” kata dia.

Sebelumnya, saat ditemui wartawan di Sukoharjo, Minggu (28/7/2019), Presiden Jokowi mengatakan mengembalikan keputusan soal terjun ke politik itu kepada Gibran dan Kaesang. Ia mengaku akan mendukung apa pun jalan yang ditempuh kedua anaknya, baik sebagai pebisnis atau pun di bidang politik.

Sementara Gibran mengaku tidak pernah ada paksaan dalam keluarganya untuk berkarier di bidang tertentu. Ia berterima kasih atas pandangan positif yang diberikan masyarakat Solo melalui survei tersebut.