Belum Padam, Api Lahap 2,5 Hektare Lahan TPA Putri Cempo Solo

Api berkobar di gunungan sampah TPA Putri Cempo di Mojosongo, Solo, Senin (29/72019) siang. (Solopos - Nicolous Irawan)
30 Juli 2019 20:35 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, belum kunjung padam hingga Selasa (30/7/2019).

Lahan yang terbakar tercatat sudah mencapai 2,5 hektare. Pantauan Solopos.com, Selasa (30/7/2019) pukul 10.45 WIB, petugas Dinas Damkar Solo masih berada di lokasi untuk memadamkan api.

Lokasi kebakaran itu tepat di depan lahan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Faktor cuaca panas membuat suhu meningkat dan mengakibatkan api yang sempat dipadamkan kembali berkobar.

Asap masih terlihat mengepul tebal di area sekitar lokasi kebakaran. Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Dono Tumpo, mengatakan hingga saat ini dampak dari kebakaran sejak Senin (29/7/2019) itu telah menghanguskan lahan sampah seluas 2,5 hektare.

Selain itu, dampak kebakaran tersebut membuat DLH harus menampung sampah baru di lokasi yang jauh dari area kebakaran.

“Untuk kerugian material memang tidak seberapa. Tapi kami harus membuat tempat baru yang jauh dari lokasi kebakaran. Karena itu membuat proses pembuangan sampah ke TPA Putri Cempo jadi sedikit ada kendala. Agar sampah yang baru masuk tidak terbakar,” ujar dia ketika ditemui Solopos.com di TPA Putri Cempo Selasa.

Kasi Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo, Suratman, mengatakan proses pemadaman api kembali dilakukan Selasa sejak pukul 09.00 WIB. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk pemadaman lanjutan di lokasi kebakaran TPA Putri Cempo.

Suratman tetap menerapkan metode yang sama dengan menerjunkan personel langsung membawa selang ke lahan sampah yang terbakar. “Semalam sudah agak padam, tapi karena hari ini cuaca panas, api kembali muncul. Asap juga masih bertambah. Tapi sebelum kami melanjutkan pemadaman, DLH sudah melakukan terlebih dulu sejak pagi. Metode tetap kami utamakan isolasi agar api tidak menjalar semakin luas,” ucap dia.

Penyebab kebakaran, dia menduga dari ledakan korek api gas di lokasi. Namun, dugaan itu masih perlu pembuktian untuk memastikan kebenarannya.

“Kami dapat informasi ada korek api gas yang meledak karena panas. Tetapi kami belum bisa menentukan apakah dugaan tersebut benar menjadi penyebab utama kebakaran. Kami saat ini lebih fokus pemadaman terlebih dulu,” kata dia.