Pohon Terbakar Secara Misterius Di Makam Klego Boyolali Tinggalkan Bau Harum

Juru Kunci Makam Desa Klego, Boyolali, Sukimin, menunjukkan pohon segawi yang terbakar di area permakaman setempat, Selasa (30/7/2019). (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
30 Juli 2019 18:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pohon yang terbakar secara misterius di permakaman umum RT 001/ RW 001, Desa/Kecamatan Klego, Boyolali, Selasa (30/7/2019) pagi, meninggalkan bau harum setelah api padam.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, pohon yang tebakar secara tiba-tiba itu merupakan pohon segawi. Tingginya kira-kira 20 meter dan diyakini merupakan pohon tertua di permakaman itu. Usianya ratusan tahun. 

Dibandingkan puluhan pohon lain di kompleks permakaman tersebut, pohon segawi yang terbakar berukuran paling besar. Diameternya sekitar satu meter.

Anehnya, meski sudah terbakar sejak subuh, hingga Selasa sore bekas kebakaran itu masih menyisakan bau harum. Bau diduga berasal dari kelopak bunga yang berserakan setelah kejadian kebakaran. 

Keanehan lainnya, api hanya melahap sebagian dahan bagian atas yang tumbang menimpa dua nisan. Sementara di bagian bawah batang tetap tegak dan tidak menyisakan bekas kebakaran.

Kebakaran pohon itu kali pertama diketahui Nur, 35, seorang pemilik warung di samping permakaman. Saat itu sekitar pukul 05.00 WIB, Nur keluar dari rumahnya untuk berjalan-jalan. 

Tiba-tiba dia melihat kobaran api cukup besar di pohon tersebut pada bagian atas dari jarak sekitar tiga meter. Api yang membakar dahan pohon itu kira-kira sebesar api unggun di kegiatan perkemahan pramuka.

Juru kunci makam, Sukimin, menambahkan setelah mengetahui hal tersebut langsung melaporkan ke Koramil dan aparat pemadam kebakaran. Proses pemadaman api pun berlangsung cukup lama kira-kira hingga pukul 11.00 WIB. 

“Kira-kira habis sekitar dua tangki air,” ujar Sukimin ketika ditemui Solopos.com di permakaman setempat. 

Sukimin tidak tahu secara pasti penyebab kebakaran tersebut. “Api muncul begitu saja,” ujar dia.

Disinggung mengenai kisah-kisah angker yang pernah berkembang, Sukimin mengatakan hampir semua pohon di wilayah permakaman dinilai warga sebagai pohon yang angker. 

“Jadi semua pohon kami perlakukan sama, namun yang ini memang paling tua,” kata dia. 

Setelah api padam, Sukimin berangsur-angsur akan membersihkan dahan dan ranting yang tumbang serta dedaunan kering yang berserakan di sekitarnya. Kejadian ini pun menarik perhatian sebagian warga Klego. 

Mereka datang ke area permakaman untuk melihat pohon yang terbakar secara misterius dan sempat viral di media sosial.