Api Muncul Lagi di TPA Putri Cempo, Dekat Kabel Sutet Jawa-Bali

Petugas dari PLN berjaga-jaga di lokasi kebakaran TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, karena kebakaran terjadi di dekat kabel listrik, Senin (29/7/2019). (Solopos - Candra Mantovani)
01 Agustus 2019 17:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Titik api kembali muncul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Putri Cempo, Rabu (31/7/2019) malam. Kendati tidak begitu besar, petugas berupaya melokalisir agar api tak merambat sisi selatan TPA.

Di titik itu, terbentang kabel saluran udara tegangan tinggi (sutet) Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dapat berimbas pada pasokan listrik Pulau Jawa-Bali. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Dono Tumpo, mengatakan tinggi tumpukan yang terbakar mencapai 30-an meter.

“Kami berupaya memadamkan bagian dalam dengan semprotan air bertekanan tinggi. Tapi, terkadang petugas tidak bisa sampai ke titik itu karena kondisi sampah yang bergunung-gunung. Selang air itupun harus disambung-sambung. Kami juga enggak bisa mengambil risiko menempatkan petugas ke daerah berbahaya karena ada tumpukan sampah yang belum benar-benar padat,” kata dia, kepada wartawan, Kamis (1/8/2019).

Dono mengatakan kebakaran TPA Putri Cempo telah memasuki hari keempat. Pihaknya tak bisa memprediksi kapan titik api itu benar-benar teratasi. Kecuali, seluruh petugas pemadam kebakaran di Soloraya diterjunkan untuk memadamkan api.

“Lokalisir jangan sampai ke sisi selatan karena ada kabel sutet PLN itu. Kabelnya enggak terbungkus, kalau kena dan putus maka akan berpengaruh terhadap jaringan listrik Jawa dan Bali,” ungkap Dono.

Sebelumnya, Kepala DLH Kota Solo, Sri Wardhani Purbowidjojo, mewacanakan pembuatan sumur dalam di kompleks TPA Putri Cempo. Sumber air terdekat saat ini hanya sumur dalam milik Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Toya Wening di Mojosongo.

“Biasanya musim-musim kemarau seperti ini petugas mengambil air di sana untuk menyirami sampah meski tidak kebarakan. Kemarin itu sudah terlanjur besar jadi harus pakai selang bertekanan tinggi. Sumur dalam itu bisa digunakan untuk kebutuhan pencegahan sekaligus saat terjadi kebakaran seperti ini,” jelasnya.