Bawa Wisatawan China, Penerbangan Rute Solo-Kunming Resmi Dibuka

Bandara Adi Soemarmo Solo (Solopos/Dok)
01 Agustus 2019 21:35 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Mulai 1 Agustus 2019, penerbangan rute Solo-Kunming (China) segera aktif membawa wisatawan Kunming menuju Solo dan sekitarnya. Pesawat Citilink yang disiapkan untuk mengangkut wisatawan tersebut dicarter setidaknya untuk satu tahun ke depan.

Selaku land operator, Direktur Utama PT Cahaya Matahari Rembulan, Pupun Pantiana Gunmantono, mengatakan gagasan untuk mendatangan wisatawan dari Tiongkok menuju Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) muncul sejak beberapa tahun lalu.

Setelah melakukan persiapan, akhirnya pada Kamis (1/8/2019), penerbangan dengan kapasitas 174 pax dari Kunming resmi dilakukan. "Untuk membuka paket di Solo ini ternyata tidak segampang yang saya bayangkan," kata dia.

Menurut wanita yang lahir dan besar di DIY itu mengaku sudah tidak asing dengan Solo dan Jogja. Dia prihatin karena ternyata banyak orang China yang tidak mengetahui Borobudur, Prambanan, dan destinasi-destinasi menarik di Jateng dan Jogja.

"Masyarakat di Tiongkok hanya tahu Bali. Sayang sekali kalau Borobudur atau Prambanan tidak dikenal. Kemudian saya ajak teman-teman saya dari Tiongkok ke Indonesia. Mereka saya bawa berkunjung ke Borobudur dan sebagainya. Respons mereka luar biasa. Menurut mereka destinasi di Jateng dan Jogja harus dipromosikan karena tidak kalah dengan Kamboja dan sebagainya," kata dia.

Tidak menunggu lama, pada bulan 11 tahun lalu, Pupun dan teman-temannya melakukan survei lokasi destinasi di wilayah Solo, Jogjakarta dan sekitarnya.

"Kendalanya adalah transportasi. Tidak ada penerbangan langsung ke Solo dari Tiongkok. Kalau tanggapan dari pemerintah daerah, teman-teman pelaku pariwisata di Solo hingga pihak Bandara Adi Soemarmo sangat bagus. Dengan semangat yang kami dapatkan dari mereka, bersama-sama kami berupaya untuk mendatangkan wisatawan dari Tiongkok ke Solo melalui Bandara Adi Soemarmo," kata dia.

Untuk transportasi, akhirnya dia mencarter pesawat dari maskapai Citilink. Meski awalnya ada sekitar 13 kota di China yang tertarik, saat ini baru dari Kunming yang siap untuk diberangkatkan. "Mulai tanggal 1 Agustus akan terbang sepekan sekali selama setahun dengan Citilink," lanjut dia.

Para wisatawan Tiongkok tersebut direncanakan tinggal di Jogja selama tiga malam dan di Solo selama tiga malam. Untuk destinasi yang akan dikunjungi di antaranya Candi Borobudur atau Candi Prambanan sebagai destinasi wajib. Kemudian Keraton Solo, Keraton Jogja, Sepur Kluthuk Jaladara, Museum Keris, Pantai Ngandong dan sebagainya.

"Saat penerbangan uji coba kemarin, ternyata para wisatawan sangan terkesan dengan Jaladara. Terus terang sekarang di Tiongkok sedang booming Solo. Sebab sudah mulai tahu Solo. Tinggal atur saja kapan terbangnya," kata dia.

Sementara itu Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Pariwisata (Asita) Jawa Tengah, Daryono, mengapresiasi dengan adanya program inbound dari Tiongkok tersebut, mengingat potensinya cukup besar.

"Setidaknya ada sekitar 1,4 miliar penduduk Tiongkok. Dari jumlah itu setidaknya 200 juta di antaranya potensial melakukan perjalanan wisata," katanya. Dia berharap program tersebut bisa lebih mengenalkan potensi wisata di Jateng kepada masyarakat internasional.

Petugas Humas PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Danardewi, menyampaikan pada Kamis (1/8/2019) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB telah dilakukan penyambutan penerbangan carter Citilink yang mengangkut wisatawan China di Bandara Adi Soemarmo.