Pilkades Sragen Diramaikan Anak, Kakak, dan Istri Legislator

Kakak legislator dari Partai Gerindra, Arie Kurniawati (berhijab cokelat), mendaftar cakades di Balai Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Jumat (26/7/2019) lalu. (Istimewa - Wahyu Dwi Setyaningrum)
01 Agustus 2019 08:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Sragen yang akan digelar 26 September mendatang diramaikan oleh anak, istri, maupun kakak anggota legislatif.

Di Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, misalnya, pilkades akan diikuti Sri Lestari yang merupakan istri anggota DPRD Sragen dari PDIP, Sukamto, juga terpilih kembali pada Pemilu 2019 lalu.

Sri Lestari yang pernah menjabat Kepala Desa Patihan akan berhadapan dengan lawannya di pilkades enam tahun lalu, Tri Mulyono.

“Di sini hanya ada dua calon. Ini calon bebuyutan karena pada pilkades enam tahun lalu mereka berduel dan sekarang mereka mengulang pertarungan. Sama-sama kuat. Mereka itu mantan Kades, Tri Mulyono, dan rival bebuyutannya Sri Lestari,” ujar Sunarwan, Wakil Ketua Pilkades Patihan, saat ditemui Solopos.com, Rabu (31/7/2019).

Sunarwan masih ingat hasil Pilkades 2003 lalu. Kala itu, Tri Mulyono unggul dengan selisih 800 suara dari Sri Lestari. Pada Pilkades 2019, Sunarwan tidak berani memprediksi karena keduanya imbang dan sama-sama memiliki modal.

Panitia tak meminta bantuan sedikit pun dari calon kades meskipun rencana anggaran dan biaya (RAB) pilkades mencapai Rp148 juta. Bukan hanya istri Sukamto yang ikut dalam bursa calon kades.

Sutimin, legislator PDIP asal Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, juga mengizinkan istrinya maju dalam Pilkades setempat. Sementara Wakil Ketua DPRD Sragen dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Widjo Purwanto, mengakui anak laki-lakinya, Kresna Widya Permana, ikut bertarung dalam Pilkades Sambi, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Legislator dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sragen Wahyu Dwi Setyaningrum juga membenarkan kakaknya, Arie Kurniawati, ikut Pilkades Duyungan, Sidoharjo. Arie sudah mendaftar ke Panitia Pilkades Duyungan pada Jumat (26/7/2019) didampingi tim suksesnya.

Salah satu tim suksesnya adalah Andang Basuki yang juga Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas). Selain mereka, terendus kabar keluarga atau famili Dayu, sebutan untuk keluarga Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, juga ikut bertarung dalam Pilkades Saradan, Karangmalang.

Bupati Yuni menanggapi soal adanya keluarga Dayu yang ikut dalam Pilkades Saradan, Karangmalang. “Di Dayu semua saudara. Di Saradan itu ya sedulur kabeh [semua]. Siapa pun yang mengaku famili Dayu wajib menolak politik uang dan mendukung satgas. Keluarga Dayu harus jadi contoh untuk tidak melakukan politik uang,” ujarnya.

Legislator PDIP Sragen, Sukamto, membenarkan istrinya maju dalam Pilkades Patihan. Dia menyatakan akan mengikuti aturan pilkades, termasuk aturan larangan money politics.

Legislator PDIP lainnya, Sutimin, mengaku istrinya memang mau maju Pilkades Karanganyar tetapi hingga Rabu (31/7/2019) belum mendaftar. Sutimin mendukung adanya satgas untuk transparansi dan kades terpilih memang benar-benar dukungan masyarakat murni. Namun Sutimin memilih untuk melihat lagi politik di lapangan.

Legislator Partai Golkar, Bambang Widjo Purwanto, menerangkan putranya akan melawan dua cakades di Desa Sambi, Sambirejo. Bambang Pur mengakui berat dalam kompetisi itu karena anaknya sebagai pendatang baru dan bukan putra daerah setempat. Selain itu usianya juga terbilang muda, 26 tahun.