Panitia Kurban di Sragen Diminta Tak Pakai Kantong Plastik

Panitia kurban Masjid Al-Mujahidin, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, menyerahkan daging kurban kepada warga, Kamis (23/8 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
01 Agustus 2019 17:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mengeluarkan surat edaran (SE) berisi imbauan kepada panitia perayaan Iduladha 2019 di Bumi Sukowati untuk tidak menggunakan bungkus kantong plastik saat distribusi daging kurban. SE tersebut ditujukan kepada Dinas, Badan, dan Camat di lingkungan Pemkab Sragen supaya diteruskan ke lembaga di bawahnya.

SE No. 339/404/04/2019 tertanggal 25 Juli 2019 itu ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto. Dalam surat itu, Tatag menjelaskan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari pencemaran plastik, Pemkab mengimbau warga Sragen, khususnya panitia Iduladha, tidak menggunakan bungkus plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban.

Imbauan itu disampaikan Tatag dengan pertimbangan plastik bekas bungkus daging kurban itu berpotensi menjadi sampah plastik yang bisa mencemari lingkungan.

“Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun agar bisa terurai. Oleh karenanya, lebih baik beralih ke wadah atau bungkus yang ramah lingkungan, seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, daun jati, atau bahan lain yang ramah lingkungan. Upaya itu bisa untuk menyelamatkan lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian rakyat kecil, khususnya pengrajin besek bambu,” tulisnya.

SE tersebut sudah beredar di media sosial dan sudah banyak diketahui warga. Ketua Badan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen, Ikhwanushoffa, mendukung program Pemkab Sragen sesuai dengan SE yang dikeluarkan Sekda. Dia menyampaikan Lazismu segera mencari informasi tentang pengrajin besek untuk pemberdayaan ke depan.

“Kami setuju dengan program itu sekaligus untuk mendukung Sustainable Development Goals [SDG’s] dari Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB]. Hal itu akan kami diskusikan dengan pengurus Lazismu lainnya untuk pemberdayaan pengrajin besek,” katanya.