Begini Penataan Pintu Air Demangan Solo dan Tugu Apem Sewu untuk Wisata

Prasasti Apem Sewu di Beton, Sewu, Jebres, Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)
02 Agustus 2019 18:20 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berencana menjadikan kawasan sekitar Pintu Air Demangan baru sebagai destinasi wisata menyusul pembangunan pintu air itu. Terlebih di titik itu terdapat Tugu Apem Sewu yang sarat akan wisata tradisi dan sejarah.

Untuk diketahui tradisi apam (apem) sewu berawal dari amanah yang disampaikan seorang ulama penyebar syiar agama Islam, Ki Ageng Gribig, kepada warga untuk membuat 1.000 kue apam dan membagikannya kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur.     

Kabid Pelaksana Jaringan Sumber Air BBWBS, Heriyantono Waluyadi, mengatakan bangunan Pintu Air Demangan Baru, Tugu Apem Sewu, dan Pintu Air Demangan Lama akan ditata.

“Fungsi pengendalian banjir tetap jadi yang utama. Tapi, bisa dipakai untuk kawasan wisata sebagai fungsi tambahan. Kami akan mengajak masyarakat sekitarnya untuk ikut mewujudkan itu,” kata dia, kepada wartawan, belum lama ini.

Tugu Apem Sewu yang berlokasi di bantaran sungai akan dinaikkan sehingga lebih tertata, namun tak akan mengubah orisinalitasnya. Sementara, Pintu Air Demangan Lama tak banyak diubah karena merupakan bangunan cagar budaya (BCB).

Penataan bakal menyasar area di sekitarnya. Saat ini, konsep yang digadang-gadang mirip Bendung Karet Tirtonadi itu tengah digodok. Konsep tersebut bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Pintu air lama sebagai destinasi wisata heritage. Nantinya, di sekitar bangunan berumur seabad itu bakal dilengkapi taman dan pedestrian. Kalau pintu air baru sudah beroperasi, maka pintu air lama akan dibuka nonsetop. Kalau bisa nanti ada sejarahnya, bagaimana pintu air lama itu dibangun dan sebagainya. Penataan akan mengajak Pemkot karena kami lebih fokus ke bangunan kontruksi,” ucap Heriyantono.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai III BBWSBS, Arlendenovega Satria, mengatakan selain menata area sekitar pintu air, BBWSBS juga berencana mengecat ulang rumah pompa.

Ia meminta masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai agar wisata air di hilir Kali Pepe dapat terwujud. “Kami berharap kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata baru seperti Bendung Karet Tirtonadi dan kawasan parapet Jurug,” kata dia.