Kejari Sukoharjo Belum Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Nasabah BKK Tawangsari, Ada Apa?

Ilustrasi korupsi (Solopos - Wishnu)
02 Agustus 2019 20:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus hilangnya dana tabungan nasabah BKK Jateng Unit Tawangsari.

Kasus itu merugikan BKK sekitar Rp5 miliar. Kepala Kejaksaan (Kajari) Sukoharjo Tatang Agus V. mengatakan pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus itu masih berjalan. Namun demikian, sejauh ini belum ada tersangka.

"Sampai hari ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan yang dilakukan penyidik masih berjalan," ujar Kajari, Jumat (2/8/2019).

Kasi Pidana Khusus Kejari Sukoharjo, Yudhi Teguh Santosa, mengatakan sudah ada belasan saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. Namun demikian sejauh ini belum ada penetapan tersangka. "Masih terus memanggil dan memeriksa saksi," ujarnya.

Kejari mengusut kasus dugaan korupsi dana simpanan nasabah dan kredit fiktif pada PT BKK Jawa Tengah Unit Tawangsari (dulu PD BKK Sukoharjo Cabang Tawangsari) setelah ada laporan dari Direktur BKK tersebut bulan lalu.

Penyimpangan dana nasabah dan dugaan kredit fiktif tersebut terjadi selama kurun waktu 2006 hingga 2018 lalu. Modusnya simpanan nasabah hanya dicatat secara manual dalam buku tabungan dan tidak dimasukkan dalam sistem komputer di BKK Tawangsari. Modus lainnya adalah kredit fiktif.