Air Pamsimas Tiba-Tiba Macet, 260 Pelanggan di Gawan Sragen Kebingungan

Ilustrasi air bersih (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
02 Agustus 2019 15:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pasokan air ke 260 pelanggan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, tiba-tiba macet pada Rabu (31/7/2019) pagi. Hal itu membuat pelanggan kebingungan.

Berdasar pengusutan, macetnya pasokan air itu akibat panel dan stavol listrik hilang diduga karena dicuri. Hilangnya panel dan stavol listrik tersebut baru diketahui warga sekitar pukul 06.30 WIB.

Sebelumnya, 260 pelanggan dibuat bingung karena macetnya aliran air dari Pamsimas. Karena tak ada air, otomatis mereka tidak bisa mandi, mencuci, apalagi memasak.

“Biasanya air itu tetap mengalir meski sedikit. Hla ini tidak mengalir sama sekali, jadinya warga kebingungan. Setelah tahu panel dan stavol listrik dicuri, warga geram. Kok ya kurang ajar sekali maling itu karena menyusahkan banyak orang. Dosanya pasti banyak karena merugikan banyak orang,” kelakar Sutrisno, tokoh masyarakat Desa Gawan, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (1/8/2019).

Setelah menyadari panel dan stavol listrik hilang, pengelola program Pamsimas di Kebayanan II langsung mengambil sikap. Dengan uang kas, mereka membeli panel dan stavol listrik baru.

Mereka langsung memasang panel dan stavol listrik itu sehingga kebutuhan air 260 pelanggan bisa segera tercukupi. “Pada siang hari, sekitar pukul 12.30 WIB, Pamsimas sudah bisa berfungsi lagi. Tepat enam jam setelah diketahui hilangnya panel dan stavol itu, air sudah bisa mengalir lagi ke rumah-rumah pelanggan,” jelas Sutrisno.

Kerugian akibat hilangnya panel dan stavol listrik pamsimas itu diperkirakan mencapai sekitar Rp6 juta. Program Pamsimas tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada 2013 lalu.

Pada saat itu, Desa Gawan mendapat dua bantuan program Pamsimas di Kebayanan I dan Kebayanan II. “Di kebayanan I jumlah pelanggannya mencapai sekitar 300. Itu sudah over kapasitas. Oleh sebab itu, kami berencana membangun satu tower lagi secara swadaya,” terang mantan Kades Gawan yang akan meramaikan kembali Pilkades 2019 ini.