Mau Dipakai Berkurban, 2 Kambing Jumbo Milik Warga Tanon Sragen Malah Dicuri

Kliwon, 53, warga Dukuh/Desa Bonagung, Tanon, Sragen, menunjukkan kandang kambing miliknya yang dibobol maling, Jumat (2/8/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
02 Agustus 2019 17:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dua kambing berukuran jumbo milik Kliwon, 53, warga Dukuh/Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, hilang digondol maling, Selasa (30/7/2019) dini hari lalu.

Padahal dua kambing itu rencananya untuk kurban pada Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus mendatang. Ditemui Solopos.com di rumahnya, Jumat (2/8/2019), Kliwon menjelaskan dua ekor kambing jantan peranakan etawa itu dia beli pada Ramadan lalu dengan harga Rp4 juta per ekor.

Kliwon sengaja membeli dua ekor kambing berukuran jumbo itu untuk kurban pada Hari Raya Iduladha, Minggu (11/8/2019).

“Saat itu sebenarnya ada kambing yang lebih besar ukurannya. Tapi saya tawar Rp5 juta/ekor tidak diberikan. Jadi, saya hanya bisa membeli dua ekor masing-masing seharga Rp4 juta itu. Rencananya mau digemukkan dulu di rumah, lalu buat kurban,” ujar Kliwon.

Meski baru tiga bulan diternak, dua kambing itu tumbuh menjadi lebih besar. Bahkan, ukuran dua kambing jantan itu hampir menyamai anak sapi alias pedet.

Kliwon memperkirakan harga dua ekor kambing jantan ini naik menjadi sekitar Rp10 juta/ekor menjelang Idul Adha kali ini. Sayang, dua kambing jantan peranakan etawa itu justru raib dibawa kabur pencuri saat Idul Adha tinggal menghitung hari.

“Kejadiannya pada Selasa [30/7/2019] pagi sekitar pukul 02.00 [WIB]. Saat itu saya terbangun karena mendengar embekan kambing secara berulang-ulang. Setelah kami cek, ternyata dua [di antara 4 ekor] kambing saya sudah menghilang. Pencuri itu hanya membawa dua ekor kambing yang berukuran besar. Kambing yang lebih kecil tidak dibawa,” jelas Kliwon.

Setelah menyadari dua kambing miliknya hilang, Kliwon memberi tahu warga sekitar. Beberapa warga berinisiatif mengejar pencuri itu hingga ke kawasan Gabugan.

Dua kambing itu kemungkinan dibawa kabur pencuri menggunakan mobil pikap. Warga sempat melihat ada mobil pikap terparkir tak jauh dari rumah Kliwon sebelum kejadian.

“Begitu mendapat info pencuri itu larinya ke arah Gabugan, saya berusaha mengejar pencuri itu. Tapi, di tengah jalan saya malah terjatuh. Sepeda motor saya terperosok ke saluran air. Kedua kaki saya sampai lecet karenanya. Untuk jalan saya masih harus pakai kruk karena ada pembengkakan di telapak kaki saya,” papar Hartono, 55, warga setempat.