Ilusi Tebing dan Air Terjun Sambut Pengunjung Dukuh Serut Jaten Karanganyar

Gapura Serut, Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar, saat malam hari, Minggu (28/7 - 2019). (Istimewa)
02 Agustus 2019 21:15 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sukses dengan gambar dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) pada perayaan HUT RI pada 2017 lalu, warga Dukuh Serut, Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar, kembali menuangkan kreativitas mereka menghias gapura masuk kampung.

Masih dengan konsep gambar 3D, menjelang perayaan HUT RI ke-74 tahun ini, warga Serut menggambar tebing dengan dua air terjun yang mengapit pulau berbentuk angka 74, sesuai angka tahun perayaan HUT RI tahun ini.

Gambar itu menciptakan ilusi seolah sedang berdiri di pinggir tebing yang jika tidak hati-hati bisa terjatuh ke kedalaman yang tak diketahui. Lukisan 3D ini diinisiasi Agus Sukoco, 37, warga setempat.

Lukisan tersebut dituangkan di depan gapura Serut RT 006. Melalui lukisan tersebut, Agus ingin warga Serut guyub membangun desa.

Agus ingin menyebarkan pesan bahwa untuk kemajuan bangsa Indonesia semua dapat bersatu walaupun memiliki perbedaan. Pada momen Agustus ini, ia ingin seluruh warga Serut, Karanganyar, bersemangat membangun desa dan dapat melatih kreativitas dengan menggambar.

“Lukisan ini hanya spontanitas, kami bikin konsep pada spon eva lalu kami gambar bersama teman-teman karang taruna. Selama 2,5 jam gambar selesai dikerjakan,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di rumahnya, Jumat (2/8/2019).

Dia menjelaskan warga Serut mengikuti lomba gapura yang diselenggrakan salah satu perusahaan cat. Perusahaan cat tersebut hanya menyediakan cat berwarna merah dan putih.

Cat yang dipakai menyisakan sebagian yang kemudian dipakai untuk menggambar jalan masuk dusun. Selain lukisan tersebut, warga Serut, Karanganyar, juga melukis seorang anak yang mengecat angka 74 pada sebidang dinding perpustakan.

Lukisan tiga dimensi tersebut dituangkan pada jalan di gapura lainnya. “Kami memiliki gubuk baca dan ingin gubuk tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh anak-anak karena minat baca anak masih kurang,” ungkapnya.

Tak cukup sampai di situ, Agus mengatakan akan membuat satu lukisan lagi pada akhir pekan ini. Warga Serut terkenal dengan kreativitas mereka menghias gapura dan jalan kampung sejak 2017.

Hal itu bermula ketika Ketua RT 004 Serut, Sutarno, memiliki sisa cat yang tidak dipakai. Saat itu, Sutarno mulai mengecat jalan kampung dengan aneka warna menggunakan sisa cat.

“Mereka mengecat jalan per blok, enggak digambar. Lalu warga mulai membuat gambar pada jalan. Salah satu warga meminta saya untuk membuat gambar tiga dimensi. Saya coba gambar ternyata viral di media sosial,” ungkapnya.

Sejak saat itu warga Serut membeli cat secara swadaya untuk menghias dusun untuk menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia. Berbagai tema dipilih untuk menyongsong peringatan kemerdekaan.

Kepala Dusun Silamat, Desa Serut, Supriyatno, 37, menjelaskan setelah lukisan tiga dimensi viral di media sosial, banyak pengguna jalan berhenti untuk berfoto di depan gapura. Sejak 2017 lalu banyak masyarakat yang berkunjung ke Serut.

“Para pemuda sekarang kreatif. Dulu monoton,” ujarnya.

Dia menjelaskan pada 5 Agustus akan mengajak diskusi warga supaya semua ikut berpartisipasi. Pada pertemuan tersebut akan dibahas rencana membangun kampung mural atau kampung tiga dimensi.