Bupati Jekek Kasih Kode Soal Pilbup Wonogiri

Pemimpin Bisnis Konsumer BNI Kanwil Yogyakarta Sri Indira (kiri) menyerahkan TabCash BNI Pembayaran PDAM melalui ATM BNI kepada Bupati Wonogiri Joko Sutopo di Rumah Kreatif Wonogiri, Jalan Wonogiri-Ngadirojo KM 6, Kamis (7/6 - 2018). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
02 Agustus 2019 05:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, kepeleset lidah saat memberikan pengarahan di hadapan sejumlah aparat pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, Kamis (1/8/2019). Ia keliru menyebut tanggal pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 dengan tanggal pelaksanaan Pemilihan Bupati 2019.

“Saya berharap pilkades serentak tahap III tahun ini pada 23 September 2020, berjalan lancar dan sukses tanpa ekses,” ujar pria yang akrab disapa Jekek ini di pendapa rumah dinasnya.

Mendengar hal itu, sontak peserta yang hadir--yang merupakan tim pengendali tingkat kecamatan dan panitia pilkades tingkat desa--mengoreksi pernyataan bupati. Yang betul pilkades serentak digelar 25 September 2019. Sedangkan 23 September 2020 itu adalah tanggal digelarnya Pilbup Wonogiri.

Seperti diketahui, sebanyak 186 desa di Wonogiri akan menggelar pilkades serentak tahun ini. Semua warga diperbolehkan mendaftar menjadi calon kepala desa. Tidak harus warga yang berdomisili di desa yang akan menggelar pilkades.

“Oh, maaf, yang 23 September 2020 itu Pemilihan Bupati. Maaf, tadi lupa yang disengaja,” ucap Bupati Jekek berkelakar.

Bisa jadi itu sinyal dari Ketua DPC PDIP Wonogiri tersebut untuk maju lagi sebagai cabup. Jadi, sebenarnya lupa apa lupa Pak Bupati?