Selter PKL Manahan Solo Akan Dibangun Bertingkat

Suasana di selter PKL Manahan, di Jl. Menteri Supeno, Solo, Selasa (19/3 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
03 Agustus 2019 01:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan membangun selter bertingkat untuk pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Manahan pada 2020 mendatang. Selter itu untuk menampung PKL di Jl. K.S. Tubun hingga Jl. Menteri Supeno.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya, Jumat (2/8/2019) pagi, mengatakan penataan PKL kawasan Manahan itu seiring dengan proses renovasi Stadion Manahan yang berstandar internasional.

Pedagang yang saat ini berjualan di pinggir jalan akan dipindah ke lantai atas agar fungsi trotoar menjadi optimal. “Tahun depan proyek stadion Manahan selesai lalu dilanjutkan penataan PKL dari Jl. K.S Tubun hingga Jl. Menteri Supeno dengan desain letter L. Lokasi atas untuk berjualan pedagang sementara bagian bawah untuk pejalan kaki. Bekas bangunan selter akan dirobohkan seluruhnya. Pada 2020 akan diajukan anggarannya,” ujarnya.

Menurutnya, penataan itu akan membuat kompleks Stadion Manahan tidak terkesan kumuh guna mendukung kemegahan Stadion Manahan. Meskipun di atas, pengelolaan pembuangan sampah telah dikaji sehingga tidak ada kotoran yang dibuang sembarangan.

Sementara itu bagian bawah tempat berjualan PKL yang digunakan sebagai tempat pejalan kaki tidak akan difungsikan sebagai lokasi parkir. Penataan parkir tetap dengan kondisi seperti saat ini yakni di bahu jalan.

Menurutnya, Manahan yang berada di tengah Kota Solo harus menjadi fokus perhatian seperti halnya penataan selter PKL Kota Barat. Sebelumnya, PKL Kota Barat mengeluhkan sepi pengunjung akibat terdampak flyover Manahan.

Namun, setelah penataan dilakukan kini selter PKL Kota Barat menjadi ramai dan lebih mudah diakses termasuk lokasi parkir. Diharapkan penataan yang akan dilakukan di Selter PKL Manahan dapat menarik pengunjung lebih banyak.

Salah seorang PKL Selter Manahan, Sri Purwani, mengaku belum mengetahui rencana penataan PKL di kawasan itu. Menurutnya, apa pun kebijakan Pemkot Solo tentunya telah dikaji mendalam sehingga akan berdampak positif bagi para PKL.