19 Finalis Berebut Gelar Putra Putri Solo 2019 di Grand Final Malam Nanti

Para finalis Putra Putri Solo (PPS) 2019 saat latihan menari beberapa waktu lalu. (Istimewa/PPS 2019)
03 Agustus 2019 10:45 WIB Ika Yuniati Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proses pembekalan finalis pemilihan Putra Putri Solo (PPS) 2019 yang diisi dengan serangkaian kegiatan terkait budaya dan pariwisata kota sejak Rabu (24/7/2019) lalu telah tuntas.

Semangat para peserta naik turun seiring dengan banyaknya agenda hingga memakan waktu lebih dari 12 jam setiap hari. Satu orang menyatakan mundur dengan alasan kesehatan.

Hari ini, Sabtu (3/8/2019), sebanyak 19 finalis Putra Putri Solo (PPS) 2019 siap menghadapi malam puncak pemilihan duta wisata Solo yang digelar mulai sore nanti di Halaman Balai Kota Solo.

Solopos.com menemui para finalis PPS 2019 di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat (2/8/2019) pagi. Para finalis terlihat bersantai sembari menunggu jadwal latihan menari dan koreografi yang bakal ditampilkan sebagai pembuka dan penutup acara.

Kemarin merupakan hari kesepuluh mereka latihan menari. “Iya hampir setiap hari pasti latihan menari. Bisa pagi sebelum aktivitas, maupun malam harinya,” kata salah satu finalis PPS 2019 Marsha Maurilla.

Rentetan aktivitas yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga menjelang tengah malam, menurut Marsha, memang cukup melelahkan. Namun itu justru tantangan terbesarnya sebagai calon duta wisata.

Ia harus dilatih terbiasa dengan padatnya agenda jika nantinya dipercaya menerima selempang kemenangan. Sekaligus melatih hidup disiplin dan managemen waktu sehingga bisa memaksimalkan semua tugas.

Lebih lanjut, Marsha mengaku sudah siap menghadapi panggung final nanti. Bersama 19 finalis lain ia bakal menampilkan potensi terbaik di malam penentuan tersebut.

“Selempang bukanlah segalanya. Kita semua [finalis] adalah manusia terbaik dari yang terbaik karena telah lolos melalui proses yang cukup panjang,” tambahnya.

Senada, Putri Solo 2018 Dinda Nur Safira mengatakan PPS bukanlah ajang kompetisi untuk meraih gelar juara. Namun ini menjadi wadah anak muda untuk berproses dan belajar lebih baik.

Gelar Putri Solo menjadi trigger baginya untuk selalu memaksimalkan potensi. Hal itu melekat kepadanya baik di lingkungan keluarga, kuliah, maupun ketika membaur dengan masyarakat luas.

Sementara itu, proses pembekalan finalis masih berlanjut hingga Sabtu. Pada Sabtu pagi semangat finalis kembali diisi dalam kegiatan bertajuk Ready to be Champion. Dilanjutkan persiapan puncak acara hingga malam hari.

Ketua Yayasan Putra-Putri Solo (PPS), R.Ay. Febri Hapsari Dipokusumo, saat jumpa pers di The Sunan Hotel Solo, Kamis (1/8/2019), mengatakan tahun ini bakal ada pagelaran dengan tema besar Solo the Spirit of Indonesia.

Disusul pentas kolaborasi unsur pemuda Solo bersama anggota paguyuban PPS lintas angkatan. Mereka bakal menampilkan beberapa fragmen penting yang menarasikan kebesaran para tokoh dan pejuang bangsa seperti Bung Karno – Hatta, Ibu Fatmawati, RA Kartini, Sampeyan dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwono X, serta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IV.

Para pemain bakal menyampaikan pesan-pesan filosofis sang tokoh agar menjadi trigger anak muda untuk terus berjuang dan berkarya. “Bakal menceritakan bagaimana Indonesia terbentuk dari kerajaan hingga jadi negara Indonesia. Membangun memori generasi muda bahwa Indonesia terbentuk dari semangat atau spirit juang para leluhur dan pejuang di Nusantara hingga menjadi NKRI,” terang Febri.