12 Calhaj Sukoharjo Berangkat Ke Tanah Suci Bareng Kloter Sapu Jagat

Calhaj kloter pertama asal Sukoharjo berswafoto menjelang keberangkatan di Bandara Adi Soemarmo, Ngemplak, Boyolali, Minggu (7/7 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
03 Agustus 2019 04:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 12 calon haji asal Kabupaten Sukoharjo akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada Minggu (4/8/2019) besok dengan kloter Sapu Jagat.

Rombongan kloter 96 ini berisi calhaj dari berbagai daerah di Jateng. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo Ihsan Muhadi mengatakan kloter Sapu Jagat akan memberangkat 355 calhaj se-Jawa Tengah.

Kloter terakhir ini ada 12 calhaj asal Kabupaten Sukoharjo. "Awalnya calhaj tambahan di kloter terakhir dari Sukoharjo yang diberangkatkan berjumlah 11 orang, tapi ada tambahan satu dari kloter pertama yang tertunda keberangkatannya karena sakit," terangnya, Jumat (2/8/2019).

Ihsan mengungkapkan berbagai persiapan telah dilakukan, seperti pengecekan ulang kesehatan calhaj termasuk satu calhaj kloter pertama yang sebelumnya sakit. Selain itu, persiapan pelengkapan dokumen calhaj juga telah diserahkan pada Embarkasi Haji.

"Kondisi calhaj seluruhnya baik. Untuk kloter tambahan ini kami selalu mengingatkan agar menjaga kesehatan. Karena ibadah haji dimulai pada 10 Agustus. Sedangkan mereka sampai di Tanah Suci pada 5 Agustus," jelasnya.

Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Ihsan menerangkan jika ada calhaj yang kelelahan, dia menganjurkan untuk mengurangi ibadah yang menguras energi seperti Tawaf Sunah.

Selain itu untuk calhaj lanjut usia (lansia) atau calhaj yang sakit agar tidak memaksakan diri melakukan salat di Masjidil Haram. Hal ini agar energi mereka tidak terkuras karena ibadah haji baru dilakukan 10 Agustus nanti.

Dia mengatakan secara keseluruhan calhaj asal Kabupaten Sukoharjo yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini ada 739 orang. Mereka terbagi dalam tiga kloter, yakni 1, 2, 3, dan kloter terakhir.

Perinciannya Kloter 1 terdiri dari 353 calhaj asal Sukoharjo, kloter 2 sebanyak 355 calhaj, dan kloter 3 sebanyak 20 calhaj Sukoharjo bergabung dengan calhaj Karanganyar.

Dia mengatakan 50% calhaj masuk kategori risiko tinggi (risti). Mereka rata-rata berusia tua saat akan menunaikan ibadah haji karena masa tunggu yang terlalu lama. Dia pun mengimbau seluruh calhaj agar menjaga kondisi kesehatan masing-masing selama beribadah di Tanah Suci.

Calhaj diminta istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, dan mengonsumsi vitamin. “Makan-makanan yang bergizi. Suhu udara di sana sangat panas, jadi harus bisa menjaga kondisi tubuh,” kata dia.