Masyarakat Butuh Figur Baru Cabup-Cawabup untuk Pilkada Sukoharjo 2020

Ilustrasi pemungutan suara. (Instagram/kpu_ri)
03 Agustus 2019 18:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kontestasi politik menjelang bergulirnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020 menyedot perhatian masyarakat Kabupaten Makmur.

Masyarakat Sukoharjo dinilai membutuhkan figur baru calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) yang mampu mengubah paradigma birokrasi klasik menjadi konsep reinventing government atau pemerintah yang memiliki jiwa kewirausahaan.

Hal itu diungkapkan pengamat politik asal Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Joko Suryono, saat berbincang dengan solopos.com, Kamis (1/8/2019). Joko mengaku telah mengamati dinamika politik dengan bermunculan figur publik yang menawarkan diri untuk ikut berpartisipasi dalam pilkada.

Bahkan saat ini, sejumlah partai politik (parpol) mulai melakukan penjaringan cabup-cawabup. “Masyarakat butuh calon pemimpin daerah yang memiliki jiwa wirausaha tinggi atau entrepreneur. Selain itu, pasangan cabup-cawabup harus berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas,” kata dia.

Konsep reinveting government menekankan pada pemerintah yang berorientasi pada pelanggan bukan birokrasi dan memiliki jiwa wirausaha. Tantangan pemerintah daerah adalah pembentukan entrepreneur lokal. Saat ini, pemerintah daerah hanya berkonsentrasi untuk menarik calon investor.

Sebenarnya, kebijakan publik pemerintah daerah merangsang pengembangan wirausahawan lokal.

“Pemerintah tak bisa lagi membelanjakan anggaran yang berasal dari rakyat. Paradigma itu harus diubah menjadi pemerintah yang bisa mencari pendapatan. Pemerintah bukan lagi menjunjung tinggi birokrasi melainkan berorientasi pada hasil,” ujar dia.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Univet Sukoharjo itu mencontohkan konsep reinventing government di luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Konsep itu bisa diimplementasikan apabila ada komitmen dan konsisten pada pengembangan wirausaha lokal dan penegakan hukum.

Joko berharap pesta demokrasi terbesar di Kabupaten Jamu mampu melahirkan pemimpin daerah yang berkomitmen mengubah paradigma birokrasi.

“Masyarakat harus mengetahui pengalaman, rekam jejak dan kemampuan masing-masing cabup-cawabup. Pilihan masyarakat harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun akhirat.”

Sementara itu, seorang warga asal Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Agung, mengatakan masyarakat berhak mengetahui pengalaman dan kemampuan setiap cabup-cawabup.

Dia meminta masing-masing kandidat menjabarkan program kerja jangka pendek, menengah maupun panjang apabila memenangi pilkada. Sehingga masyarakat tak bingung saat menggunakan hak pilih saat pelaksanaan pemungutan suara.