Masih Ingat Mbah Sadiyo Si Penambal Jalan Rusak di Sragen? Begini Kabarnya Sekarang

Mbah Sadiyo memperbaiki jalan rusak di timur Pasar Gondang Sragen (Instagram/iks_infokaresidenansolo)
03 Agustus 2019 20:00 WIB Chelin Indra Sushmita Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Masih ingat dengan Mbah Sadiyo si penambal jalan rusak di Sragen, Jawa Tengah? Pria berusia 67 tahun tersebut terus melakukan aksi unik dengan menambal jalan rusak di Sragen dengan modal sendiri.

Belum lama ini, Mbah Sadiyo Cipto Wiyono diketahui menambal jalan rusak di sebelah timur Pasar Gondang, Sragen, Jawa Tengah. Aksi menginspirasi dari Mbah Sadiyo diperlihatkan lewat foto unggahan pengelola akun Instagram @iks_infokaresidenansolo, Kamis (1/8/2019).

Dalam foto viral tersebut, Mbah Sadiyo terlihat menambal jalan rusak di sekitar persawahan seorang diri. Selama ini, dia memang manambal jalan rusak dengan modalnya sendiri. “Masih ingatkah dengan sosok Mbah Sadiyo penambal jalan rusak? Beliau masih tetap melanjutkan perjuangannya untuk menambal jalan rusak. #lokasi timur Pasar Hewan Gondang,” tulis keterangan foto tersebut.

Aksi Mbah Sadiyo memperbaiki jalan rusak seorang diri menuai simpati warganet. Sejumlah netizen salut dengan aksi Mbah Sadiyo menambal jalan rusak tanpa bantuan siapapun. “Mulia sekali beliau ini. Semoga sehat selalu. Amin,” komentar @ragiltheya.

Orang yang baik akan selalu berbuat baik. Tetap semangat Pak Sadiyo. Allah akan membalas semua yang kamu lakukan,” imbuh @sugiyanti202.

Ya ampun dari dulu sampai sekarang masih lanjut saja mbah ini. Sehat terus mbah. Senantiasa dalam lindungan Tuhan dan diberi keberkahan,” sambung @dennisrusdiyanto17.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Mbah Sadiyo tinggal di Dukuh Grasak RT042/RW011, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen. Sehari-hari dia bekerja sebagai pemulung. Dia tinggal bersama istrinya, Tumiran, dan seorang cucu laki-laki yang yatim piatu. Sumber penghasilannya diperoleh dari hasil menjual barang rongsokan.

Mbah Sadiyo menambal jalan rusak di Sragen sejak 2012 lalu. Biaya menambal lubang jalan diambil dari sisa rezeki penjualan barang rongsokan. Biasanya, dia menyisakan uang untuk membeli semen. Sementara kebutuhan material pasir dan batu dicari dari lingkungan sekitar. Semua itu dilakukan dengan niat ibadah.