Sensor Gempa Bumi akan Dipasang di Kepurun Klaten, Ini Fungsinya

Ilustrasi jalan retak akibat gempa bumi (Freepik)
03 Agustus 2019 22:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Satu unit sensor gempa bumi bakal dipasang di bumi perkemahan (buper) Kepurun di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sensor berguna memantau potensi gempa bumi tektonik sekaligus vulkanik di lereng Gunung Merapi.

Pada Kamis (1/8/2019), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten beserta Stasiun Klimatologi Semarang menyurvei lokasi penempatan peralatan sensor gempa bumi di Kepurun.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan pemasangan peralatan sensor gempa bumi sebagai bentuk mengurangi risiko dan mitigasi bencana di Klaten.

“Jumlah sensor gempa bumi yang dipasang sebanyak satu paket atau satu unit. Survei titik koordinat itu dilakukan bersama kepala Stasiun Klimatologi Semarang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Republik Indonesia (BMKG RI),” kata Sri Yuwana Haris Yulianta, kepada solopos.com, Jumat (2/8/2019).

Sri Yuwana Haris Yulianta mengatakan BMKG sudah mengajukan permohonan pinjam pakai lahan seluas 16 meter persegi di Buper Kepurun, Manisrenggo, kepada Bupati Klaten.

“Di Klaten hanya di Kepurun. Nantinya dipasang secara bersamaan di 11 kabupaten lain di Provinsi Jateng,” katanya.

Keberadaan peralatan sensor gempa bumi di Kepurun, lanjut Sri Yuwana Haris Yulianta, juga dapat dijadikan sebagai edukasi terhadap para pelajar di Klaten.

Untuk diketahui, kali terakhir, gempa bumi skala kecil mengguncang Klaten, Selasa (9/4/2019). Gempa berkekuatan 2,4 skala richter (SR) melanda daerah Delanggu dan Bendogantungan (Klaten Selatan).

Lantaran kekuatan gempa relatif kecil, tak ada kerusakan di daerah terdampak gempa bumi tersebut. Bahkan warga tak merasakan gempa bumi itu.