Kapan Becak di Solo Eksis Seperti di Jogja? Ini Kata Pemkot

Ilustrasi becak di Solo (Solopos/Dok)
04 Agustus 2019 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Nasib penarik becak di Kota Solo yang transportasinya semakin berkembang masih abu-abu. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengaku belum memiliki solusi terbaik untuk menjadikan becak sebagai armada transportasi yang eksis.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, yang hadir dalam diskusi publik Masa Depan Transportasi Kota Solo di Monumen Pers, Sabtu (27/7/2019) lalu menjawab pertanyaan dari perwakilan komunitas penarik becak. Sugeng Riyanto mengatakan, Pemkot Solo belum menemukan solusi terbaik yang menyangkut nasib penarik becak.

Pemkot Solo belum punya solusi terbaik untuk nasib becak. Apakah mau dijadikan kendaraan wisata seperti di Jogja atau bagaimana. Sampai saat ini, kami masih membahas rencana ke depan agar becak tetap eksis di Kota Solo,” kata Sugeng Riyanto.

Sugeng Riyanto menambahkan, eksistensi becak serta angkutan umum lainnya semakin tergerus karena gaya hidup masyarakat yang terus berubah. Masyarakat masa kini lebih suka berbagai hal yang bersifat praktis. Alhasil, jumlah kendaraan pribadi dan pengguna ojek online terus meningkat.

Selain Sugeng Riyanto, diskusi publik yang digawangi oleh komunitas Transportologi bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo itu dihadiri sederet pejabat dan pengamat transportasi di Kota Solo, Jawa Tengah.

Adapun yang bertindak sebagai pembicara diskusi publik tersebut adalah Kepala Dinas Perhubungan Solo, Hari Prihatno; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Endah Sitaresmi; Operasional SDM PT Bengawan Solo Trans (BST), Sri Sadadmodjo; perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo; serta perwakilan Komunitas Transportologi, Titis Efrindu Bawono.

Diskusi yang diikuti puluhan orang dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum, anggota komunitas Bismania, penarik becak, hingga akademisi. Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas nasib transportasi di Kota Solo yang tampaknya masih buram dalam beberapa tahun ke depan.

Di akhir diskusi, Pemkot Solo mengatakan belum menemukan solusi jangka pendek dan bersifat menyeluruh yang bisa mengurai kemacetan di Kota Bengawan. Jadi, masyarakat perlu bersabar karena masih harus berjibaku dengan kamecetan lalu lintas, kesemrawutan, serta ketidakpastian waktu tempuh angkutan umum.