Haryo Tangguh dan Hanna Jadi Putri-Putri Solo 2019

Pemenang ajang Putra-Putri Solo 2019 mengangkat piala pada malam Grand Final PPS 2019 di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu (3/8/2019). (Solopos - Sunaryo Haryo Bayu)
04 Agustus 2019 23:45 WIB Ponco Suseno Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Lagu Bengawan Solo mengiringi langkah 10 finalis Putra Solo saat grand final Putra Putri Solo 2019 di pelataran Pendapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu (3/8/2019) malam.

Dengan balutan busana tradisional Jawa, finalis putra Solo itu lihai berlenggak-lenggok di panggung utama. Rampung menampilkan busana terbaik, para finalias memperoleh pertanyaan dari pembawa acara, Hanifan dan Niken. Setiap finalis hanya diberi waktu sekitar satu menit untuk menjawab pertanyaan.

Begitu para finalis putra Solo rampung menjawab pertanyaan, giliran 10 finalis putri Solo memperoleh pertanyaan yang juga dibacakan pembawa acara. Sebagian besar finalis menjawab pertanyaan dengan singkat, padat, dan jelas.

Berbagai pertanyaan itu, di antaranya terkait dengan pengembangan dunia pariwisata, Kota Solo, dan lainnya. Setiap jawaban para finalis menjadi bahan penilaian dewan juri, Tunjung W. Sutirto, dkk.

Pada malam grand final tersebut, bobot penilaian sekitar 40 persen. Penilaian tersebut digabung dengan hasil penilaian saat pembekalan yakni 60 persen.

Tepat menjelang tengah malam, hasil penilaian dewan juri telah sampai di tangan pembawa acara. Tak perlu waktu lama, Hanifan dan Niken segera membacakan hasil penilaian tersebut.

Hasilnya, Haryo Tangguh dan Hanna F. Laifjumna terpilih sebagai Putra dan Putri Solo 2019. Haryo dan Hanna bakal meneruskan tugas sebagai duta wisata Kota Solo yang sebelumnya dipegang Fatullah Abdul Azis dan Dinda Nur Safira pada 2018.

Pada partai final itu, Haryo Tangguh, 19, yang merupakan warga Serengan, Solo, mendapat pertanyaan terkait upaya mengurangi sampah plastik. “Saya akan memulai [mengurangi sampah plastik] dari saya sendiri. Saya akan mengurangi menggunakan sedotan dan membawa tempat [wadah] sendiri dari rumah [saat belanja],” kata Haryo di sela-sela acara.

Sedangkan Hanna, 19, asal Jebres, Solo, memperoleh pertanyaan apa makna di balik tradisi memasak bagi seorang istri/perempuan. “Menurut saya, hal tersebut menggambarkan keharmonisan dalam sebuah keluarga,” katanya.

Ketua Panitia Penyelenggara Putra Putri Solo 2019, Gusti Ayu (R.Ay.) Febri Hapsari Dipokusumo mengatakan ajang putra putri kali ini diikuti 83 peserta. Dari jumlah tersebut, terpilih 40 orang sebagai semifinalis. Di partai final terpilih 20 orang.

“Para finalis sudah memperoleh pembekalan terkait tata cara menata diri, karakter. Semoga ajang ini menghasilkan anak muda yang berbudaya dan mencintai Indonesia. Bisa menjadi kebanggaan Kota Solo,” katanya.

Grand Final Putra Putri Solo 2019 yang mengusung tema Solo The Spirit of Indonesia dimeriahkan penampilan Andre and Friends, pagelaran Solo The Spirit of Indonesia, dan penampilan duta wisata Soloraya, Semarang, Jogja, dan Surabaya.

Tak ketinggalan pula, Mas dan Mbak Jateng 2018 dan Putri Indonesia Jateng Favorit 2019, Adinda Agustin. “Para finalis tak hanya terbatas pada duta wisata. Tapi juga harus punya kecerdasan. Mampu menjadi generasi muda yang berkepribadian unggul,” kata Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.