Calhaj Asal Gondang Sragen Meninggal di Mekkah, Wabup Ikut Takziah

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno (dua dari kanan) berdoa bersama untuk almarhum Giyono yang meninggal di Mekkah, Sabtu (3/8/2019). (Istimewa - Dedy Endriyatno)
04 Agustus 2019 16:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang calon haji (calhaj) asal Gondang Baru RT 011, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, Giyono, 65, meninggal dunia di Tanah Suci pada Sabtu (3/8/2019) pukul 10.30 waktu Arab Saudi.

Giyono berangkat menunaikan ibadah haji dengan rombongan II kloter 6 Embarkasi Adi Soemarmo Solo. Giyono meninggal diduga karena penyakit jantung. Giyono memang diketahui memiliki riwayat sakit jantung.

Kabar meninggalnya Giyono diperoleh Solopos.com kali pertama dari Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno melalui pesan Whatsapp.

“Telah meninggal dunia [anggota] jamaah haji Kabupaten Sragen atas nama Bapak Giyono. Alamat Gondang Baru, Kecamatan Gondang, rombongan 2 kloter 6 SOC. Beliau meninggal di Tanah Haram semoga menjadi pertanda beliau mendapatkankan kemuliaan husnul khotimah. Semoga diampuni semua dosa dan kesalahannya, dijauhkan dari siksa kubur, dan nantinya bersama-sama dikumpulkan di jannah-Nya yang mulia. Aamiin!” tulis Dedy yang juga tengah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi, Sabtu malam.

Dedy ikut ibadah haji dan berangkat bersama 1.117 orang yang terbagi dalam empat kloter, yakni Kloter 5-8. Dedy menyampaikan Giyono berangkat haji bersama istrinya, Yuliastri.

Dedy berkisah saat itu Jumat (2/8/2019), Giyono masih ikut Salat Jumat di Masjidil Haram. Pengajian pada malam harinya pun, Dedy masih melihat Giyono turut serta.

“Pada Sabtu pagi masih sempat ikut Salat Subuh berjamaah. Agak siang merasa tak enak badan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mekkah. Kemudian pada pukul 10.30 Waktu Arab Saudi, beliau meninggal dunia. Sebelumnya memang ada riwayat jantung sehingga dugaannya karena jantung,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Minggu (4/8/2019) pagi.

Dedy sempat menginformasikan kepada Kabag Kesejahteraan Sosial (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Sutrisna, tentang kabar duka itu. Dedy didampingi petugas haji juga sempat bertakziah ke Hotel Albraj Al Bow tempat istri Giyono menginap.

Di hotel itu, Dedy menyampaikan bela sungkawa dan mendoakan almarhum. Dedy juga mendapat laporan Sutrisna bersama Camat Gondang Catur Sarjanto dan Ketua TP PKK Gondang sudah takziah ke rumah duka di Gondang Baru.

Kedatangan rombongan Sutrisna disambut keluarga, ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. “Dari penuturan keluarga sudah berfirasat dan menerima dengan tabah dan ikhlas atas kepergian Giyono untuk selamanya. Dari keluarga almarhum menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati serta Pemkab Sragen atas pelayanan haji dan perhatian ketika di rumah sakit terhadap almarhum,” ujarnya.

Dedy menerangkan jenazah Giyono tidak dibawa kembali ke Tanah Air tetapi dimakamkan di Mekkah karena dari Kerajaan Arab Saudi sudah menyediakan permakaman bagi jemaah haji yang meninggal saat berhaji.

Kabag Kesra Setda Sragen, Sutrisna, langsung takziah setelah menerima kabar duka itu. Dia menyampaikan dari keterangan keluarga, Giyono memang sudah memiliki riwayat kesehatan kurang baik.

“Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak,” katanya.