Rumah Bakul Pasar Bunder Sragen Terbakar Akibat Korsleting

Warga melihat kondisi puing-puing bangunan rumah Sukini, 58, warga Kampung Dukuhan RT 001/RW 004, Nglorog, Sragen Kota, Sragen, Senin (5/8 - 2019).(Solopos/ Tri Rahayu)
05 Agustus 2019 13:25 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Api membakar sebagian rumah milik Sukini, 58, di Kampung Dukuhan RT 001/RW 004, Keluragan Nglorog, Sragen Kota, Sragen, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019), sekitar pukul 09.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran di Sragen itu tetapi kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran di Sragen itu bermula saat Sukini yang juga pedagang kecambah di Pasar Bunder, Sragen, menanak nasi dengan alat penanak nasi elektrik. Ia kemudian melihat televisi di ruang depan. Kedua anak Sukini, Mulyono, 40, dan Sutarmanto, 35, tidur karena kecapaian dan semalaman tidak tidur setelah berjualan kecambah di Pasar Bunder.

Tiba-tiba, dari luar warga berteriak ada asap keluar dari bagian belakang rumah Sukini. Sukini kemudian membangunkan kedua anaknya. Warga lainnya berusaha memadamkan api dan menghubungi tim Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen.

“Api berasal dari ruang bekas kamar almarhum bapak karena saat saya buka pintu kamar itu ternyata api sudah membesar. Kami keluar rumah minta bantuan,” Sutarmanto saat berbincang dengan solopos.com dan kakak sulungnya, Mulyanto, 42, seusai api padam, Senin siang.

Sutarmanto mengaku tidak tahu ada kebakaran karena tengah tidur di kamar depan. Dia dibangunkan setelah mulai tidur pukul 08.00 WIB dan kondisi api sudah membesar. Dua unit mobil pemadam kebakaran segera datang dan dalam waktu singkat api bisa dipadamkan.

“Kerugian belum bisa menghitung. Kalau yang bisa dihitung ya kacang hijau itu sebanyak 1,5 ton. Kacang hijau itu baru datang. Harganya Rp17.500 per kilogram. Sehingga total untuk kacang hijau kerugiannya sudah Rp26,25 juta belum bangunannya,” ujar Mulyanto.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Wakapolsek Sragen Kota Iptu Rajiman mengumpulkan warga dan pemilik rumah didampingi dari pihak Pemerintah Kelurahan Nglorog. Rajiman menyampaikan hasil pemeriksaan lapangan ditemukan alat bukti yang diduga sebagai penyebab kebakaran, yakni alat penanak nasi elektrik.

“Musibah ini menjadi pelajaran untuk semua warga supaya berhati-hati. Jangan sampai colokan kabel itu longgar karena bisa terjadi gesekan dan menimbulkan percikan api. Kemarin sempat ada petani yang memasang jebakan tikus dari listrik tetapi justru jebakan itu mengakibatkan si petani meninggal dunia,” ujarnya.

Selain bangunan yang terbakar, polisi juga menemukan sejumlah surat-surat yang tebakar seperti Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), sertifikat tanah dan sawah, dan surat-surat penting lainnya.