2 Calhaj Embarkasi Solo Asal Temanggung Ini Usianya Hampir 100 Tahun

Calhaj kloter 96 asal Kabupaten Temanggung, Sudardi saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Minggu (4/8/2019). (Solopos - Iskandar)
05 Agustus 2019 05:30 WIB Iskandar Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Dua calon haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) 96 asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Ahmad Toha dan Sudardi, mendapat perhatian dari para calhaj saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Minggu (4/8/2019). 

Usia kedua laki-laki ini hampir mencapai 100 tahun atau satu abad. Ahmad Toha berusia 98 tahun sedangkan Sudardi 99 tahun “Kalau usia berdasar data yang tertera di KTP usia ayah saya 98 tahun. Tetapi ada kemungkinan usia ayah saya 100 tahun lebih,” ujar salah satu putra Toha, Istaqori, yang mendampingi ayahnya di Asrama Haji Donohudan, Minggu.

Menurut Istaqori, kemungkinan usia ayahnya lebih dari 100 tahun diketahui ketika salah satu tetangganya meninggal dunia pada 2017 silam pada usia 98 tahun. Padahal tetangganya tersebut disebutkan dua tahun lebih muda daripada Toha.

Artinya, papar Istaqori, jika pada 2017 usia ayahnya 100 tahun, saat ini usia Toha yang lahir pada 13 Januari 1921 diperkirakan 102 tahun. Istaqori mengutarakan kondisi fisik ayahnya masih bagus. 

Sehari-hari petani tembakau asal Desa Mangunsari RT 002/RW 004, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, ini masih beraktivitas di kebun. Namun di asrama haji dia harus memakai kursi roda karena badannya sedikit lemas efek sedang berpuasa.

Menurut Toha, jika sampai di Tanah Suci dia akan memanjatkan doa yang sudah dipersiapkan dari rumah. “Tentu nanti saya akan berdoa agar diberi kesehatan dan keselamatan,” ujar ayah tujuh anak yang menjadi perangkat desa selama sekitar 30 tahun dan pensiun pada 1992 ini.

Sementara itu Sudardi yang penglihatan dan pendengarannya masih tajam mengatakan kepergiannya ke Tanah Suci tanpa ada pendamping. Laki-laki yang di masa mudanya menjadi perangkat desa desa ini optimistis masih kuat menjalani prosesi ibadah haji.

“Saya setiap hari masih ke kebun untuk memelihara tanaman kopi. Jadi kalau berjalan masih kuat,” ujar ayah delapan anak yang menjadi perangkat desa selama 48 tahun ini.

Karena itu saat di Tanah Suci nanti dia akan memanjatkan doa di Kakbah. Doanya tak muluk-muluk. Di sisa usianya ini dia hanya meminta kesehatan dan keselamatan.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Penerangan Humas dan Protokol Embarkasi Haji Solo, Agus Widakdo, mengatakan berdasar data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohaj) yang dipunyainya, calhaj kloter 96 asal Temanggung yang tertua adalah Ahmad Toha. 

“Berdasar data kami calhaj tertua di kloter 96 ya Pak Ahmad Toha. Jadi bukan Pak Sudardi yang dikatakan umurnya 99 tahun,” papar dia.

Menurut dia, hingga kloter 92 total calhaj yang diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 32.984 orang dan sembilan orang di antaranya wafat. Calhaj yang sakit ada enam orang. Mereka diobservasi di Poliklinik Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.