Oktober, 95% Warga Klaten Ditarget Jadi Peserta JKN-KIS

Peserta koordinasi finalisasi data menuju Kabupaten Klaten UHC 2019 mengenakan kaus merah selama rapat koordinasi di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (29/7/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
05 Agustus 2019 04:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemkab Klaten menargetkan minimal 95% warga Kabupaten Bersinar sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada Oktober 2019 mendatang.

Koordinasi finalisasi data menuju Kabupaten Klaten Universal Health Coverage (UHC) 2019 itu digelar di Pendopo Pemkab Klaten diikuti ratusan peserta, Senin (29/7/2019). Selama koordinasi digelar, peserta mengenakan kaus berwarna merah bergambar Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menggandeng BPJS Kesehatan Boyolali itu untuk koordinasi mengejar target capaian peserta JKN-KIS sebesar 95 persen dari total jumlah penduduk.

Koordinasi diikuti ratusan peserta perwakilan 401 desa/kelurahan di Kabupaten Bersinar. Selain pemerintah desa/kelurahan, kegiatan itu juga diikuti unsur pemerintah kecamatan, perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD), serta rumah sakit.

Para peserta yang memenuhi hampir seluruh kursi itu memerahkan pendapa. Mereka mengenakan kaus merah menutupi seragam khaki mereka. Kaus itu berlogo Pemkab Klaten dan BPJS Kesehatan serta bertuliskan "Mengapa Saya Harus Menjadi Peserta JKN-KIS?" di bagian depannya.

Sementara bagian belakang kaus bergambar Sri Mulyani dengan tulisan #2019KlatenUHC. Pelaksana Harian (Plh) Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Klaten, Nurcholis Arif Budiman, mengatakan kaus itu diberikan panitia kepada peserta koordinasi.

Tujuannya, para peserta bersemangat membantu mencapai target peserta JKN-KIS minimal 95 persen hingga Oktober. Nurcholis menegaskan kaus yang dikenakan peserta tak ada hubungannya dengan hajatan Pilkada Klaten 2020 mendatang.

“Kaus untuk peserta ini guna mendukung komitmen Pemkab. Ibu Bupati sudah menargetkan tahun ini berhasil. Jadinya untuk penyemangat bagi mereka. Tidak ada kaitannya dengan [Pilkada] 2020,” kata Nurcholis saat ditemui wartawan seusai kegiatan.

Sebagai informasi, Pilkada Klaten direncanakan digelar pada September 2020 mendatang. Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan siap maju sebagai calon bupati selama mendapatkan dukungan penuh dari partai politik (parpol) dan masyarakat di Kabupaten Bersinar.

Nurcholis mengatakan mengejar target kepesertaan JKN-KIS itu juga untuk mendukung program nasional. Ada sejumlah manfaat jika capaian UHC Klaten terpenuhi dengan minimal kepesertaan JKN-KIS 95 persen dari total jumlah penduduk.

Salah satu manfaat yakni memudahkan masyarakat untuk menerima pelayanan kesehatan. Setelah capaian UHC terpenuhi, peserta baru JKN-KIS tak perlu menunggu hingga 14 hari untuk mengakses pelayanan kesehatan.

“Ketika peserta JKN-KIS dari mandiri itu mendaftar, mereka langsung bisa mengaktifkan setelah mendaftar. Selain itu, pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas kualitasnya bakal meningkat,” kata Nurcholis.