Ayunan Taman Jaya Wijaya Mojosongo Solo Bukan untuk Orang Dewasa

Taman Jaya Wijaya Mojosongo Solo (Twitter)
06 Agustus 2019 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Taman Jaya Wijaya di Mojosongo merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang berada di Kota Solo, Jawa Tengah. Taman yang berada di Jalan Jaya Wijaya nomor 75, Jebres, Solo, itu selalu ramai dikunjungi warga pada pagi, sore, hingga malam hari.

Berbagai wahana permainan mempercantik Taman Jaya Wijaya Mojosongo. Ada juga sejumlah pedagang kuliner lezat yang mangkal di kawasan tersebut. Tak pelak, warga setempat memanfaatkan kawasan Taman Jaya Wijaya yang dibuka untuk umum itu sebagai lokasi wisata gratis.

Bukan hanya anak-anak, ada pula sejumlah orang dewasa yang berekreasi ke Taman Jaya Wijaya Mojosongo Solo. Bahkan, para orang dewasa itu ikut menikmati wahana permainan yang sebenarnya dibuat khusus untuk anak-anak.

Nah, orang dewasa yang menggunakan wahana permainan di Taman Jaya Wijaya itu pun ditegur anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo. Satpol PP menjelaskan, semua wahana permainan di Taman Jaya Wijaya Solo dibuat khusus untuk anak-anak.

Imbauan dan teguran itu disampaikan anggota Satpol PP langsung kepada warga yang melanggar peraturan saat berada di Taman Jaya Wijaya Solo. Aksi anggota Satpol PP menegur warga itu diabadikan dalam foto viral yang diunggah di akun Instagram @satpolpp_kotasurakarta yang dibadikan @jelajahsolo, Minggu (4/8/2019).

Untuk ke depannya, mohon dimengerti ya saudara-saudara. Fasilitas umum berupa ayunan ini bukan untuk orang dewasa nggih, terima kasih,” demikian imbauan yang disampaikan pihak Satpol PP lewat keterangan foto.

Dalam foto viral tersebut terlihat beberapa anggota Satpol PP mendatangi warga yang duduk-duduk santai di ayunan Taman Jaya Wijaya. Mereka mengingatkan warga yang sudah dewasa agar tidak bermain di ayunan. Sebab, wahana permainan tersebut dibuat khusus untuk anak-anak.

Aksi Satpol PP tersebut diapresiasi warganet. Sejumlah netizen yang pernah datang ke Taman Jaya Wijaya menceritakan pengalaman seperti berebut menggunakan ayunan dengan pengunjung lain di kolom komentar.

Pernah ketemu yang kayak begitu. Anakku kepengin naik ayunan, mondar-mandir di depannya malah enggak digubris. Sibuk selfie. Akhirnya tak minta membaca tulisan peringatan, malah menggerutu,” komentar @kusumanova711.

Harusnya dikasih spanduk hanya untuk usia sampai dengan 12 tahun seperti yang di Taman 45,” saran @krissantiagustina.

Saya salut dengan para petugas yang sudah menertibkan. Karena seringkali saya mengantre untuk anak saya kepengin ayunan. Tapi, malah dipakai orang dewasa dan tidak merasa ditunggu. Kok enggak mau mengalah sama anak kecil,” imbuh @win_prans.

Di situ tertulis kok permainan hanya untuk anak di bawah usia 12 tahun. Sadar diri ya, semisal mau menemani anaknya kan bisa dari belakang atau samping ayunan. Dan mohon dikira-kira anak usia berapa yang bisa dan aman main wahana yang ada di sana,” lanjut @kadoku.solo.